Senin, 01 April 2013

Mengapa Barat Lebih Suka Byzantium Ketimbang Romawi?

Mengapa Barat Lebih Suka Byzantium Ketimbang Romawi?


Dalam Al Quran tertulis surat Ar Rum. Surat ini mengkisahkan tentang Romawi. Tapi penulis Barat "menyembunyikan" kisah Romawi. Mereka lebih suka menyebutnya dengan Byzantium. Karena Romawi berhasil ditaklukkan Islam secara utuh di tahun 1453. Jangan terkecoh.
------------------------------------
MAHKAMAH.CO, Jakarta,- Tanggal 29 Mei 1453 bisa dibilang hari yang penting diingat sepanjang sejarah. Saat itulah Islam secara resmi berhasil menaklukkan Konstantinopel, ibukota Romawi. Penaklukkan itu dikomandoi langsung oleh Sultan Muhammad Al Fatih, yang memimpin kesultanan Utsmaniyah saat itu.

Kisah penaklukkan Konstantinopel sendiri sejatinya sudah "diramalkan" oleh Nabi Muhammad SAW. Kala terjadi perang Khandaq, di abad 6, Nabi sempat ditanya oleh seorang sahabatnya. Saat itu Rasul dan umat Islam tengah melakukan penggalian parit untuk mempersiapkan perang menghadapi kaum kafir di Madinah. Disitulah seorang sahabat bertanya tentang kota manakah yang akan takluk lebih dahulu, Roma atau Konstantinopel?

Nabi menjawab ringkas,"Kota Heraklius yang akan takluk lebih dahulu," ujarnya. Heraklius adalah Kaisar Romawi saat itu. Dia memimpin Romawi Timur yang saat itu bermarkas di Konstantinopel. Ini adalah kota terpenting di dunia, di era itu. Kota itu menjadi pusat perdagangan dunia.

Napoleon Bonaperte, Raja Perancis sempat berkunjung di Konstantinopel di abad 14. Kala itu Napoleon mengucapkan, "Seandainya saja seluruh dunia ini adalah sebuah negara, maka yang layak menjadi ibukotanya adalah Konstantinopel," tegasnya. Begitulah gambaran tentang betapa dahsyatnya Konstantinopel kala itu. Sedangkan Roma, adalah ibukota Italia. Disitulah markasnya Romawi Barat.

Kemudian dalam kesempatan lain, Rasul SAW sempat mengucapkan Hadist lagi. Dia mengucapkan,"Suatu saat Konstantinopel akan takluk di tangan laki-laki (Islam). Di tangan dialah sebaik-baiknya pemimpin dan di tangan dialah sebaik-baiknya pasukan." Hadist itu diucapkan di abad 6 juga.

fotoTahun 1453, Konstantinopel benar-benar di taklukkan di tangan umat Islam. Di bawah komando Sultan Al Fatih, kota itu resmi diubah namanya menjadi Istanbul, artinya "jalan Islam". Begitu Konstantinopel ditaklukkan, Al Fatih pun bergumam singkat. "Sabda Rasul telah terbukti," ucapnya bersejuk.

Jatuhnya Konstantinopel di tangan Islam, mengubah tatanan politik dunia kala itu. Barat pun kocar-kacir menghadapi kedigdayaan tentara Islam. Di era itulah Islam benar-benar menguasai dunia.

Tapi kini kisah fakta penaklukkan Konstantinopel itu seolah tak sedahsyat epos berdirinya negara Amerika Serikat. Kalangan Islam sendiri kini tak banyak yang paham tentang kejadian besar yang mempengaruhi perpolitikan dunia hingga kini itu. 

Di satu sisi, ternyata pihak Barat tak begitu sumringah untuk mengkisahkan takluknya Romawi di tangan Islam itu. Dari beberapa buku yang beredar kini, memang penulis Barat tak banyak yang menyebut Romawi futuh di tangan Islam. Kebanyakan menyebutkan bahwa kisah penaklukkan itu adalah jatuhnya imperium Byzantium, bukan imperium Romawi. Mengapa demikian?
Romawi Barat dan Romawi Timur

Mulanya Romawi memiliki satu pusat pemerintahan, Roma. Kala itu imperium ini begitu megah. Membentang di seluruh Eropa hingga ke Asia. Karena besarnya itulah, Kaisar Diocletian yang memimpin Romawi di tahun 285, membagi kota administratif pemerintahan menjadi dua. Romawi Barat tetap beribukota di Roma, Italia. Sementara Romawi Timur bermarkas di Nikomedia, sebuah kota di Asia Kecil (kini Turki).

Pemisahan itu tak lain didasari karena perbedaan agama. Romawi Barat menganut paham Kristen Trinitas (politeisme). Disinilah Paus memimpin kekuasaan agama Kristen. Sementara Romawi di Asia Kecil menganut Kristen Ortodoks. Bahasanya pun berbeda. Di Barat menggunakan bahasa Yunani. Sementara di Timur mengenakan bahasa Latin. Kedua Romawi itu pun sempat perang besar. Perbedaan pandangan soal Kristen Trinitas dan Ortodoks menjadi pemicunya. Ajaran Protestan kala itu belum lahir. 

Tahun 324, Kaisar Constantine I, memindahkan ibukota Romawi Timur dari Nikomedia di Asia Kecil ke Konstantinopel. Kota ini ditabalkan dari namanya sendiri menjadi "Kota Konstantin". Ini dianggap sebagai Roma Baru. Kaisar Theodosius I (379-395) yang memimpin Romawi selanjutnya, tetap membagi dua kota administratif itu.

Perkembangan terjadi. Di abad 5 Masehi, Romawi yang bermarkas di Roma, secara resmi bubar. Pemberontakan terjadi di mana-mana. Arthur mendeklarasikan berdirinya Kerajaan Inggris Raya. Germana, Perancis, Spanyol dan lainnya pun mengikuti.

fotoRomawi pun hanya tinggal di Konstantinopel saja. Tapi wilayahnya masih membentang panjang. Heraklius, kaisar Romawi yang bertahta di tahun 610-641, semakin membuat Romawi berada di puncak jayanya. Heraklius inilah Kaisar Romawi yang sempat dikirimi surat oleh Nabi Muhammad SAW untuk memeluk Islam. Tapi dia menolaknya.

Di era Heraklius, Romawi mengalami reformasi militer dan administrasi pemerintahan. Dia mengubah bahasa resmi kekaisaran dari Latin ke Yunani. Kekaisaran Romawi pun makin digdaya. Saingan terberatnya kala itu hanya Persia, yang bermarkas di wilayah Iran. Antara Persia dan Romawi acapkali sering perang besar. Puncaknya kala Persia berhasil membunuh Maurice, Kaisar Romawi yang memerintah di tahun 582-602 Masehi. Islam kala itu masih berkutat di wilayah Mekkah saja. Belum berkembang ke fase penaklukkan.

Tapi lambat laun kekhilafahan Islam kemudian muncul. Satu demi satu wilayah kekuasaan Romawi di Suriah, Irak, Mesir dan lainnya di taklukkan. Puncaknya terjadi di tahun 1453, kala Konstantinopel ditaklukkan oleh Utsmaniyah. Sejak itulah Romawi hilang dari peredaran. Romawi benar-benar tak pernah ada lagi.

Tapi kisah takluknya Romawi itu seolah tak pernah terdengar. Pasalnya kalangan Barat lebih doyan menyebut Romawi yang bermarkas di Konstantinopel itu sebagai imperium Byzantium.
Penggunaan pertama istilah Byzantium itu sendiri kali pertama dikenalkan oleh sejarahwan Jerman, Hieronymus di tahun 1557. Dia menerbitkan karyanya berjudul Byzantinae Historiae. Dia menyebutkan bahwa Romawi yang bermarkas di Konstantinopel itu sebagai Byzantium, untuk membedakan Romawi yang di Roma.

Istilah itu kemudian makin populer.  Tahun 1684, banyak buku yang kemudian menyebut Byzantium, ketimbang Romawi. Di Perancis, buku berjudul Louvre du Bizantium (Corpus Scriptorum Historiæ Byzantinæ) menyebut demikian. Di tahun 1680, Du Cange 's Historia Byzantina juga muncul. Istilah Byzantium ini juga kemudian dipopulerkan oleh filosof Perancis, Montesquieu .

fotoDi abad 18, "Kekaisaran Byzantium" muncul juga dalam karya George Finlay, seorang ahli sejarah Inggris. Dia menulis buku berjudul "Sejarah Kekaisaran Bizantium 716-1057". Tak pelak lagi, hingga kini banyak penulis Barat yang terus menyebutkan kisah itu dengan kekaisaran Byzantium, bukan Romawi. 

Tapi seorang sejarahawan asal Inggris, Cinnamus, di tahun 1976 menukiskan secara gamblang tentang kekaisaran Byzantium itu. "Kekaisaran Bizantium dikenal penduduknya sebagai 'Kekaisaran Romawi', 'Kekaisaran Romawi' (Latin: 'Imperium Romanum', 'Imperium Romanorum', begitu tulisnya. 

Bagi umat Islam sekarang, jika yang tertulis adalah kekaisaran Byzantium, tentu bisa membingungkan. Karena Al Quran menceritakan tentang kisah Ar Rum itu adalah perihal tentang Romawi yang kemudian ditaklukkan di tangan Islam.

Jadi, wajar bila Barat lebih suka membelokkan istilah Romawi menjadi Byzantium. Tentu demi menutupi kecocokan sejarah dengan kisah Ar Rum itu.

Sabtu, 30 Maret 2013

Bahasa Spanyol

Bahasa Spanyol adalah suatu bahasa Iberia-Roman, dan bahasa keempat yang paling banyak digunakan di dunia. Bahasa Spanyol merupakan bahasa pertama bagi sekitar 500 juta orang di dunia, atau bagi 600 juta orang jika termasuk non-penutur asli (menurut perkiraan pada tahun 1999). Mayoritas penutur bahasa Spanyol kebanyakan di Amerika Latin. Saludos y Presentación

Salam dan Perkenalan
Fernando : ¡Hola! Me llamo Fernando Torres (Hai, saya bernama Fernando Torres)
María : ¡Hola! ¿Qué tal? (Hai. Apa kabar)
Fernando : ¿Cómo te llamas? (Siapa namamu/Bagaimana kamu menamai dirimu?)
Maria : María Fernando: ¿De dónde eres? (Dari mana kamu berasal?)
María : Soy española, de Madrid. ¿Y tú? (Saya orang Spanyol, dari Madrid. Dan kamu?)
Fernando: Soy mexicano. ¿Dónde vives? María : ¿Vivo en Londres? ¿Y tú? (Saya tinggal di London. Dan kamu?)
Fernando: Yo vivo en Los Angeles. (Saya tinggal di Los Angles).

 Setelah memahami arti percakapan di atas, sekarang bersama dengan teman anda, praktekkanlah percakapan tersebut. Supaya lebih menarik, anda sebaiknya mengubah semua informasi yang ada. Contoh, sebut saja bahwa anda bernama Raúl dan teman anda bernama Penelope Cruz. Dengan demikian maka kewarganegaraan dan tempat tinggal anda juga berubah. Setelah puas dengan gaya normal seperti ini, lanjutkan dengan menggunakan format percakapan yang sama tetapi cara pengucapannya berbeda. Contoh, anda menyanyikan percakapan tersebut, atau berpura-pura menjadi hantu, yang tentu saja suaranya juga harus mirip dengan hantu. Atau menirukan gaya binatang tertentu. Cobalah, gaya ini pasti lucu dan menarik….(belajar sambil tertwa ria tentu menghilangkan rasa bosan dan sesuatu yang terasa berat menjadi ringan). Setelah puas mempraktekkannya, sekarang mari kita bahas Pembahasan. Berikut adalah teks yang terdapat dari percakapan tersebut:

 ¡Hola! Me llamo Fernando Torres ¿Cómo te llamas? ¿Dónde vives? Vivo en Londres. ¿Y tú? Yo vivo en Los Angeles. ¡Hola! ¿Qué tal? ¿De dónde eres? Soy española, de Madrid. ¿Y tú? Soy mexicano.

Mari kita bahas satu persatu kalimat dalam percakapan tersebut : ¡Hola! Me llamo Fernando Torres. Kata yang digarisbawahi ini adalah merupakan kata kerja dalam kalimat tersebut. Secara lengkap kata tersebut berasal dari Yo me llamo.

 Tetapi dalam bahasa Spanyol subjek Yo dapat diucapkan dapat tidak diucapkan. Artinya tidak berubah diucapkan atau tidak diucapkan. Dalam bahasa tulisan pun hal ini berlaku. Dalam semua bahasa, kata kerja adalah kata yang paling penting. Kata kerja ibarat tulang pungung. Mari kita cari kata kerja dari kalimat Yo me llamo. Kata kerjanya adalah me llamo. Kata kerja ini adalah kata kerja yang sudah berubah dari kata kerja dasarnya. Kata kerja dasarnya adalah llamar(se). Kata kerja dalam bentuk seperti ini akan kita pelajari pada pelajaran-pelajaran berikutnya. Pada hari pertama ini kita akan mempelajari kata kerja yang lebih umum.

 Mari kita lihat kalimat berikutnya adalah :
 ¿Cómo te llamas?. Kata kerja dari kalimat tersebut adalah te llamas. Kata kerja dasarnya adalah llamar(se).
 Kalimat berikutnya adalah Vivo en Londres. : Secara lengkap kalimat ini adalah : ¿ Yo vivo en Londres? . Kata “yo” dapat diucapkan atau tidak tanpa mengubah arti kalimat ini. Sekarang mari kita lihat kata kerja dari kalimat ini, yakni : vivo, kata ini beras dari kata kerja dasar vivir.
Kalimat lain adalah: ¿Dónde vives? Kata kerja dari kalimat ini adalah: vives, yang berasal dari kata kerja dasar vivir.
 Kalimat selanjutnya: ¿De dónde eres, María? Kata eres adalah kata kerja bantu yang artinya adalah. Jika teman-teman mengetahui bahasa Inggris, eres = are. eres adalah Tú. Sekalipun kata tersebut tidak diucapkan tetapi tidak mengubah artinya sama sekali. Subjek kata eres adalah Tú. Sekalipun kata tersebut tidak diucapkan tetapi tidak mengubah artinya sama sekali. Jika telah membaca dengan seksama apa yang telah dijelaskan di atas maka jelas kelihat adanya perubahaan kata kerja dasar. Contoh, vivir dapat berubah menjadi vivo atau vives.

Perubahaan tersebut tergantung dari subjeknya (yo, tú, etc.) Perubahaan kata kerja sesuai dengan subjek disebut dengan KONJUGASI. Semua kata kerja bahasa Spanyol memiliki kata kerja dasar. Dengan mengetahui kata kerja dasar tersebut kita akan mengetahui pula konjugasinya. Kata kerja bahasa Spanyol digolongkan dalam tiga : kata kerja berakhiran -ar seperti : estudiar, preguntar, hablar, (belajar, bertanya, berbicara) kata kerja berakhiran – er seperti : comer, beber (makan, minum) kata kerja berakhiran - ir seperti : vivir, escribir (tinggal, menulis) Catatan budaya ¡Hola! ¿Qué tal? ¿Qué tal?

Kata ini tepatnya digunakan dalam percakapan antar orang yang seusia atau dalam suasana pertemanan.

Saat bertemu
 ¡Hola! (Hai)
 ¿Cómo estás? (Apa kabar?)
¿Qué tal? (Apa kabar?)
Buenos días. (Selamat pagi)
Buenas tardes.(Selamat sore)
Buenas noches. (Selamat malam)

Saat berpisah
¡Adiós! (Selamat berpisah)
Hasta mañana (Sampai besok)

Manakah Bahasa Yang Paling Mudah Untuk Di Pelajari?

Apa saja Bahasa-bahasa terbaik yang harus di pelajari? Dan yang mana yang termudah? Dua pertanyaan berbeda. Yang sering dilontarkan sekaligus. Ini mudah, karena hanya akan ada dua Jawaban. Yang mana bahasa yang anda pelajari di seluruh belahan dunia menjadi masukan untuk yang terbaik dan termudah. Ini ada beberapa pilihan bantuan. Pilihan Ini adalah Daftar asosiasi bahasa modern 2002 yang disadur dari pusat pembelajaran bahasa umum pada level setingkat universitas di Amerika Serikat. Saya tidak memasukkan bahasa-bahasa Kuno seperti Latin, bahasa Ibrani Al-kitab, atau Sanskerta, bahasa-bahasa dengan tujuan khusus seperti bahasa isyarat Amerika, atau bahasa warisan Amerika, seperti Hawaiian atau Navojo mendapat pengecualian semenjak bahasa tersebut mengikuti arus dinamika yang berbeda.
Bahasa Spanyol
Bahasa Perancis
Bahasa Jerman
Bahasa Itali
Bahasa Jepang
Bahasa Cina
Bahasa Rusia
Bahasa Arab
Bahasa Ibrani Modern
Bahasa Portugis
Bahasa Korea
 Bahasa Vietnam
 Bahasa Hindi/Urdu
 Bahasa Swahili

Tingkat Kesulitan – Menurut Paman Sam Pertama, dengan mempertimbangkan beberapa faktor.
Menurut Pusat pembelajaran bahasa Departemen Amerika Serikat untuk Kedutaan besar, di bagi ke dalam beberapa kategori:
Kategori 1. Bahasa yang paling mudah dipelajari untuk orang yang fasih bahasa Inggris, yang membutuhkan 600 jam terbang untuk mendapatkan keahlian minimal: Bahasa Latin dan Bahasa Jerman. Bahasa Jerman sendiri membutuhkan sedikitnya 750 jam untuk mempelajarinya karena memiliki Grammar yang kompleks.

Kategori 2. Berada pada level “Sedang”. Membutuhkan sekitar 1100 jam terbang untuk mempelajari dan menguasainya. Bahasa Slavic, Bahasa Turki, Bahasa Indo-Eropa lainnya seperti Bahasa Persia dan Hindi, dan beberapa bahasa non indo-eropa seperti Bahasa Georgia, Ibrani dan sebagian bahasa Afrika. Bahasa Swahili di yakini sebagai bahasa termudah di dalam kategori ini, dengan 900 jam terbang. Kategori 3. Berada pada tingkat “sulit/sangat sulit”. Membutuhkan 2200 jam terbang dari pembelajaran maksimal yang dibutuhkan. Seperti; Bahasa Arab, Jepang, Korea dan Bahasa Cina.

 ada 14 Bahasa yang populer menurut kombinasi dari kemudahan linguistik dan keterjangkauan.  

1. Bahasa Spanyol. tingkat kesulitan: Kategori 1. Grammar yang lurus ke depan atau mengikuti arus ke depan (The Straightforward), adalah sangat mudah dan umum. Bahasa ini juga banyak tersebar di benua Amerika. Anda akan mendapatkan banyak kesempatan untuk berbicara dan mendengar logat bahasa nya (khususnya di AS). Dan sangat melimpah. Menurut perhitungan lebih dari 50% pendaftaran Studi bahasa dalam Studi MLA.

 2. Bahasa Perancis. Tingkat kesulitan: Kategori 1. Menurut keseluruhan Grammar nya, ini lebih komples tetapi tidak sulit untuk di pelajari karena banyak dari kata-kata nya telah masuk ke dalam Bahasa Inggris. Untuk perbendaharaan kata nya yang memiliki daya tarik, sangat mudah dipelajari pada tingkatan yang serius. Ini merupakan Bahasa Global dan pembelajar bahasa akan mendapati banyak bahasa ini di Internet, di dalam film-film, dan juga musik. 

3. Bahasa Jerman. Tingkat Kesulitan: Kategori 1+ , susunan kata dan peraturan grammar nya sulit dengan kata benda yang banyak menjadi kendala. Ini bahasa yang mudah untuk di ucapkan, dengan sebuah dasar kosakata mirip Bahasa Inggris. Abstrak, secara signifikan adalah bahasa yang memiliki pandangan berbeda, walau, dapat memilih tata bahasa Inggris untuk istilah Latin nya. memiliki pelafalan yang jelas, jadi, pemahaman dalam mendengarkan nya tidak akan sulit.

4. Bahasa Itali. Tingkat Kesulitan: Ketegori 1. Bahasa ini memiliki aturan grammar yang mirip dengan Bahasa Spanyol, kosakata yang sederhana dan pengucapan yang sangat jelas di antara pengucap Bahasa Latin (khususnya Negara yang berdekatan dengan Rumania). Kemampuan orang Itali dapat dengan mudah di transfer ke dalam Bahasa Perancis atau Bahasa Spanyol. Anda mungkin harus pergi langsung ke Itali untuk mempraktekkannya. Bahasa ini juga dijumpai di dalam dunia opera dan pertunjukkan musik klasik.  

5. Bahasa Rusia. Tingkat Kesulitan: Kategori 2. Ini adalah bahasa yang sangat tinggi dengan penyesuaian pengaturan suara, jelas sangat sulit untuk di pelajari. Alphabet Chyrillic tidak begitu sulit, meskipun begitu, sekali anda membaca Bahasa nya, banyak meminjam dari Bahasa Perancis dan bahasa bagian barat lainnya. Dan mejadikannya semakin mudah di akses.  

6.Bahasa Arab. Tingkat Kesulitan: Kategori 3. Bahasa Arab banyak di jumpai di beberapa Negara, tetapi banyak dialek-dialek nasional nya yang saling tidak dapat di mengerti. Hanya memiliki tiga huruf vokal, namun mencakup beberapa huruf konsonan yang tidak ada di dalam Bahasa Inggris. Alphabet nya tidak mengalami suatu kendala, dan kaligrafi yang bagus menjadikannya nilai yang tinggi dan unik. Huruf vokal pada umumnya tidak ditulis (kecuali di dalam buku anak-anak) dan ini dapat menjadi sebuah kendala untuk membaca nya. muncul di dalam dunia Muslim dan memiliki banyak keuntungan untuk mempraktekkannya pada setiap tingkatan formal.

7.Bahasa Portugis. Tingkat Kesulitan: Kategori 1. Salah satu dari Bahasa yang sangat luas digunakan di dunia yang sering terabaikan. Memiliki grammar Latin dan kosakata yang sederhana, melalui sistem bunyi suatu bahasa, yang mengambil peranan penting didalamnya. 

8.Bahasa Swahili. Tingkat Kesulitan: Kategori 2+ , Bahasa ini meminjam banyak perbendaharaan kata dari Bahasa Arab, Persia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Perancis. Ini adalah bahasa dari Afrika tengah. Sistem suara nya sangat mudah di ingat, dan ditulis menggunakan Alphabet Latin. Satu hal dari tata bahasa yang diperdebatkan adalah adanya pembagian kata benda ke dalam 16 kelas, masing-masing dengan imbuhan yang berbeda. Meskipun begitu, kelas-kelas tersebut tidaklah disusun sembarangan dan dapat diprediksi.

9.Bahasa Hindi/Urdu. Tingkat kesulitan: Kategori 2. Bahasa Hindu, sebuah bahasa Indo-Eropa, termasuk Hindi dan Urdu. Merupakan jumlah yang sangat besar dari konsonan dan vokal, memiliki sesuatu yang beda antara bunyi bahasa dimana orang yang menggunakan Bahasa Inggris akan mengalami kesulitan dalam mendengarkan nya. Kata-kata nya sering di apit pada akhir kalimat, pemahaman yang agak ruwet dan sulit di dalam mempelajarinya. Hindi menggunakan banyak Sanskerta pinjaman dan Urdu memakai banyak pinjaman dari Bahasa Persia dan Arab, yang berarti bahwa perbendaharaan yang besar harus benar-benar di kuasai. Hindi menggunakan sistem suara yang akurat dan cermat pada naskah Devanagari. Dan dapat di tebak, bahwa penggunaan Bahasa Urdu adalah dari sebuah pinjaman dari naskah Arab dan Persia yang menempati posisi terdepan di dalam tafsiran sistem penulisan nya.  

10. Bahasa Ibrani Modern. Tingkat Kesulitan: Kategori 2. Dihidupkan kembali sebagai Bahasa di dalam kehidupan keseharian dari abad ke 19, telah mengambil banyak karakteristik dari banyak bahasa melalui penyebarluasan kaum Yahudi. Yang mengakibatkan bahasa tersebut menjadi bahasa yang teratur di dalam grammar dan susunan kata nya, dan kosakata nya menyerap banyak kata-kata pinjaman, khususnya dari Yiddish, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Alphabet nya dalam bentuk cetakan dan naskah, dengan lima huruf vokal, yang tidak ditandai secara umum. Penandaan huruf vokal, adalah sangat rumit. Suara-suara yang dihasilkan bisa saja menjadi tidak mudah untuk di perbanyak di dalam kebahasaan mereka dan tentunya banyak jumlah tertentu dari penghubung komunikasi yang membuat masalah tersendiri dalam pemahaman pendengaran. Ini bukanlah Bahasa yang mudah anda akses di luar dari konteks dan keyakinan agama Yahudi.

11.Bahasa Jepang. Tingkat Kesulitan: Kategori 3. Tidak mudah untuk di pelajari, contohnya dalam perbendaharaan yang asing, dan persyaratan peraturan suara dan bunyi yang sangat ketat yang bahkan banyak meminjam dari Bahasa Inggris, Perancis, dan Bahasa Jerman yang tampaknya tidak dapat dikenali. Dengan tiga sistem penulisan yang berbeda, ini benar-benar sulit untuk di baca dan menuliskannya. Dan juga, kendala sosial yang mungkin menjadi hambatan dalam sebuah interaksi.

12.Bahasa Cina. Tingkat Kesulitan: Kategori 3. Entah anda memilih Mandarin atau Cantonese (Survei dari MLA tidak membuat perbedaan diantara keduanya, cukup aneh). Ini adalah Bahasa yang tersulit di dalam daftar ini. Menyimpulkan semua aspek-aspek yang sukar, diantaranya; bunyi bahasa yang asing, memiliki jumlah suara yang banyak, dan memiliki pengaturan sistem penulisan yang benar-benar sulit, dan juga kosakatanya yang berbeda. Motivasi individu tentunya menjadi persyaratan mutlak yang harus dimiliki jika anda memilih Bahasa ini untuk dipelajari. Dan kabar baiknya, ini mudah ditemukan, sejak komunitas Cina menyebar ke seluruh penjuru Dunia, dengan media berbahasa Cina, seperti; Koran, film-film dan Televisi, membuatnya mudah untuk di akses.

13.Bahasa Vietnam. Tingkat Kesulitan: Kategori 3. Bahasa ini adalah termasuk ke dalam keluarga bahasa yang tidak mudah, namun membawa banyak kosakata dari Bahasa Cina (sangat membantu jika anda sudah menguasai Bahasa Cina!). mempunyai enam padanan bunyi, dan sebuah grammar dengan logika yang sulit. Tapi tidak semuanya sulit, meskipun begitu, orang Vietnam menggunakan Alphabet dari bentuk Latin. Kesempatan mempelajari Bahasa yang satu ini tidaklah luas, walaupun terdapat 3 juta orang yang menguasai Bahasa Vietnam di Amerika.

14.Bahasa Korea. Tingkat Kesulitan: Kategori 3. Bahasa Korea menggunakan sebuah Alphabet dari 24 simbol-simbol. Dengan mempersembahkan 14 huruf konsonan dan 10 huruf vokal. Meski demikian, bahasa ini juga memasukkan 2000 Karakter-karakter Bahasa Cina yang umum dari penulisan kesastraan dan dokumen-dokumen formal. Tingkatan berbicara dan aturan dalam memberi “hormat” menyulitkan pembelajaran perbendaharaan kata nya. Dan ada penghubung antar kata, yang membuat Bahasa ini sulit untuk dibedakan. Grammar nya tidaklah sangat sulit dan tidak ada bunyi nya. Dan banyak menyerap kata-kata dari Bahasa Cina, namun Bahasa ini tidak memiliki kaitan antar bahasa-bahasa lain di Asia.

Faktor-faktor pendukung yang sangat penting adalah: motivasi Individu. Faktor yang sangat penting adalah; ”diri anda sendiri”. Bahasa termudah yang dipelajari adalah sebuah bahasa yang anda memiliki motivasi didalamnya untuk mempelajarinya, sebuah Bahasa yang sangat anda sukai di dalam pengucapannya (speaking), sebuah Bahasa yang berasal dari budaya yang menginspirasi anda dan sejarah-sejarah dari bahasa tersebut yang mungkin menyentuh perasaan anda. Semua itu tidak berguna apabila anda tidak tertarik kepada orang-orang yang mengucapkannya, karena mempelajari sebuah Bahasa berarti anda harus terlibat di dalam tingkah laku kehidupan sosial dan mengenali orang-orang didalamnya.

Jadi, pertimbangkanlah tiga Faktor; Motivasi, keterjangkauan, dan kemudahan linguistik. Kabar buruknya adalah; “tidak ada bahasa yang mudah untuk dipelajari, tetapi kabar baiknya, kita sebagai manusia pasti memiliki kemauan yang keras untuk mendapatkan banyak kosakata yang fleksibel, selama kita tahu bagaimana untuk menyemangati diri kita pada saat proses belajar." Jika Ada keuntungan dan bonus-bonus lain yang jelas untuk Bahasa yang anda pelajari, anda akan mampu untuk menghafalnya di luar kepala dan memulai mencari kata. Dapatkan kesempatan itu !!

Struktur dasar Bahasa Perancis

Struktur dasar pola kalimat bahasa perancis sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pola kalimat bahasa indonesia. sebagaimana kita ketahui, pola kalimat bahasa indonesia indonesia yang baik selalu terbentuk oleh minimal subjek dan predikat, atau pola kalimat yang baik biasanya diidentikkan dengn pola SPOK.

Begitu pula dengan bahasa perancis, pola kalimatnya selalu tersusun minimal oleh sujet (subjek) et verbe (kata kerja) dan biasanya diikuti oleh complement (pelengkap). subjek dalam bahasa perancis, biasanya berupa kata benda (nom) atau kata ganti orang (pronom personnelle). untuk kata ganti orang, yang diapakai adalah:

je = saya (kata ganti orang pertama tunggal) 
tu = kamu (kata ganti orang kedua tunggal) 
il = dia (laki-laki) (kata ganti orang ketiga tunggal) 
elle = dia (perempuan) (kata ganti orang ketiga tunggal) 
vous = anda, kalian (kata ganti orang kedua jamak/sopan) 
nous = kami, kita (kata ganti orang pertama jamak) 
ils = mereka (laki-laki) (kata ganti orang ketiga jamak) 
elles = mereka (perempuan) (kata ganti orang ketiga jamak) sedangkan untuk verbe (kata kerja).

Dalam bahasa perancis biasanya mengalami penyesuaian terhadap subjeknya yang menimbulkan peng konjugasian terhadap kata kerja dasarnya. biasanya pengkonjugasian kata kerja inilah yang sedikit menyulitkan pembelajar awal dalam memahami dan menyusun kalimat dalam bahasa perancis. hal ini terjadi karena dalam bahasa indonesia umumnya kita tidak mengenal istilah pengkonjugasian kata kerja, yang ada hanyalah perubahan kata kerja dari kata kerja dasar ke dalam kata kerja berimbuhan.

Landasan perubahan kata kerja dasar menjadi kata kerja berimbuhan dalam bahasa indonesia kaitannya dengan kepentingan makna. Tidak sama halnya dengan bahasa perancis, dalam bahasa perancis pengkonjugasian (perubahan kata kerja) terjadi bukan karena dilandasi kepentingan makna, namun lebih cenderung pada penyesuaian kata kerja terhadap subjeknya. Hal ini mengandung arti bahwa setiap kata kerja dasar bahasa perancis selalu berubah untuk subjek yang berbeda.

contoh kata dalam balam Bahasa Perancis: 

bonjour [bonzur] = Selamat pagi/siang atau halo 
bonsoir [bonswa] = Selamat malam atau halo
je m'appele... [Zhe mapel] = Nama saya 
je viens d... [Zhe viang de] = Asal saya dari 
je vais tres bien [Zhe ve trei biang] = Saya sangat baik. 
merci [mersi] = Terima kasih 
oui = [wi] = iya 
non [nong] = tidak 
et vous [e vu] = anda? 
vous [vu] = anda 
et toi [e toa] = kamu? (secara langsung) 
ça va [tsa va] = apa kabar? 
bon, ben... [bong, beng] = baik
au revoir [o revoa] = sampai jumpa 
pardon [pardong] = maaf 
j'habite a... [zhabit a] = alamat saya 
j'habite jl... [zhabit] = alamat saya (jika alamat rumah memakai nama jalan) 
à tous [a tu] = semua (all) 
alors [alo] = so/jadi 
comment tu t'appeles? [komong tu tapel] = nama kamu siapa? 
moi [moa] = aku 
c'est [ses] = ini (nama orang/benda) 
qui est-ce? [ki es] = ini siapa 
tu [tu] = kamu 
sujet [suze] = subjek 
comment? [komong] =bagaimana
où [u] =dimana
monsieur [mensyu] = tuan
madame [madam] = nyonya
je vais aux toilettes [Zhe ve a toalet] = saya harus ke  kamar mandi
s'il vous plait? [sil vu ple] = please 
tu viens du [tu viang du] = asal kamu darimana? 
les pays [le peyi] = country 
il [il] = dia laki-laki 
elle [el] = dia perempuan 
ville [vil] = kota tinggal 
prénom [prenom] = nama depan 
nom [nom] = nama (marga) 
l'âge [lajz] = umur 
joyeux anniversaire [zoaye zaniverse] = happy birthday/selamat ulang tahun 
j'aime [zhem] = saya suka 
compréhension orale [komprehensiong oral] = ujian mendengarkan 
taxi Parisien [teksi parisiang] = taksi dijalan-jalan Paris 
mademoiselle [metmozel] = nona 
je vous présente [ze vu presont] = saya perkenalkan 
Qu'est-ce que vous faites? [kes ke vu vet] = apa pekerjaan anda/apa yang sedang anda kerjakan? 
Qu'est-ce qu'il fait? [kes kil ve] = apa pekerjaan dia (laki-laki)/apa yang sedang dia (laki-laki) kerjakan? 
Vous habitez où / où habitez-vous? [vu abite u / u abite vu] = dimana anda tinggal? 
Tu habites où / où habites-tu? [tu abit u / u abit tu] = dimana kamu tinggal? 
ecrit [ekri] = tulis/menulis
lise [lis] = baca/membaca
regarde [rejat] = lihat/melihat

Ragam Bahasa Inggris Orang Inggris

Tidak semua orang Inggris yang tinggal di Inggris menggunakan bahasa Inggris seperti yang biasa kita kenal sebagai percakapan mereka sehari-hari.

Hal ini karena ada banyak jenis bahasa daerah (anggap saja demikian) yang digunakan oleh penduduknya di masing-masing kota. Misalnya, masyarakat Inggris yang tinggal di London biasanya menggunakan aksen Cockney. Gaya bicaranya biasanya menghilangkan setiap huruf “t” yang ada di tengah, seperti “water” menjadi “wa-er”. Kalau pernah menonton film Harry Potter, nah aksen ini yang digunakan oleh para pemainnya.

Orang midlands menggunakan bahasa Inggris beraksen midlands dengan irama tertentu seperti orang bernyanyi.

 Orang Yorkshire menggunakan bahasa Yorkshire yang kental dengan pelafalan hampir sama dengan kata yang ditulis, seperti “bus” dibaca “bus” juga.

 Bagi mereka yang tinggal di Newcastle maka penduduknya biasa menggunakan bahasa Geordie yang khas.

Agak ke utara sedikit, di daerah Skotlandia, akan kita temukan sebagain besar penduduk Scottish (atau Scots) menggunakan bahasa daerah mereka yang disebut Scottish. Jika bertemu orang asli Skotlandia maka siap-siap untuk tidak mengerti karena memang beberapa kata dan cara pengucapan sangat jauh berbeda.

Begitu pula penduduk Inggris yang tinggal di sebelah tenggara, yaitu Wales, mereka bahkan menggunakan bahasa lain dan bukan bahasa Inggris. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Welsh yang khas, yang sangat berbeda baik ragam tulisan, cara membaca, dan gaya berbicara dengan bahasa Inggris biasa yang kita kenal. Dengan keragaman bahasa tersebut, negara Inggris mempunyai bahasa resmi Inggris yang diajarkan di setiap sekolah kepada murid-muridnya. Tujuannya agar mereka terlatih dan terbiasa menggunakan bahasa ini sebagai percakapan dan komunikasi resmi.

Rabu, 10 Oktober 2012

Mengapa Bangsa Yahudi Pintar dan Genius ??

Mengapa Yahudi Pintar dan Genius ?? Kita sdh mahfum bahwa selama ini dikalangan masyarakat sdh berkembang paradigma yang menganggap bahwa yahudi adalah suatu ras yang mempunyai kelebihan dalam hal kecerdasannya. Tapi benarkah demikian ? apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Mari kita mulai dari masa kehamilan: Begitu wanita Israel yang mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung anak, maka langsung sang ibu tersebut sering bernyanyi dan bermain piano dan juga membeli buku matematika. Bermain piano dan bernyanyi bertujuan untuk mempengaruhi suasana hati bawaan si bayi tersebut ketika lahir. Dengan bernyanyi dan bermain piano,maka sang ibu akan merasakan ketenangan. Diharapkan sang bayi akan memiliki karakter bawaan yang tenang dan berfikir matang ketika menghadapi masalah hidup nantinya. Sedangkan mengerjakan soal matematika bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan otak bayi yang ada dalam kandungannya. Agar anak mereka terkahir dengan otak jenius. Dan para ibu Yahudi yang tengah mengandung, terus menerus mengerjakan soal matematika yang ada sampai tiba saat melahirkan. Kadang mereka mengerjakan bersama suaminya dan bertanya kepada saudara-saudaranya bila ada soal yang terasa sulit. Artinya…mereka tidak melatih kecerdasan otak anak mereka dari kecil, dari balita, dari umur 3 bulan, tapi dari sejak di dalam kandungan, Sebuah perencanaan yang dalam sekali bukan?!.

Cara makan keluarga Yahudi : Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala (sekali lagi, tanpa kepala!) bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Sama seperti kebiasaan orang Jepang yang jenius juga dalam kerajinan memakan daging ikan ), Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. Menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam. Perinsip : “ kalau sudah makan ikan, tidak boleh ada daging yang dimakan bersamaan “ ternyata sama dengan perinsip makannya Rasullullah S.A.W, manusia terjarang sakit sedunia ) Mereka juga akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah-buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah. Ternyata makan buah dahulu baru nasi, akan menyebabkan buah busuk. Karena proses pencernaan makanan di dalam perut kita itu memakan waktu yang lama. Sehingga akan membuat buah mengalami antrian yang panjang sampai akhirnya dia keburu busuk duluan.( Pernah membiarkan apel yang sudah terkelupas khan ? lama-lama akan kuning dan bisa membusuk khan ? itu hanya didiamkan dan terkena udara loh…bagaimana kalau dicampur olahan makanan di dalam perut kita ? Sudah pasti busuk duluan sebelum dapat diproses. Jadi istilah “makan buah setelah makan nasi” sebagai pencuci mulut itu SALAH. Makan buah sebelum makan nasilah yang benar, bukan setelah makan nasi. Percuma. )

Anak-Anak Yahudi : Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Kacang Badam = Kacang Almond: Kacang Badam = Kacang Almond, atau Buah Almond, mirip dengan Buah Persik dan Aprikot, hanya saja daging buahnya dibuang saat dipanen, sehingga hanya menyisakan bijinya, karena itu disebut sebagai kacang. anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa: Hebrew, Arab dan Inggris. ( Ternyata mempelajari sesuatu yang baru itu menyeimbangkan kedua belah otak kita.

Contohnya ya seperti mempelajari bahasa yang berbeda – beda ) Sejak kecil pula mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan lemahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi. Musik yang mereka dengarkan ya musik yang bisa menambahkan kecerdasan otak mereka. Yaitu musik yang lagak-lagak bethoven gitu deh. ( Ternyata sesuai dengan yang dikatakan Adi W Gunawan di buku Born To BE Genius ) Masa kanak-kanak: Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan.

Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!” katanya. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi, olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara. anak-anak yang jago dalam hal olahraga, biasanya mereka mempunyai kemampuan mengambil keputusan yang cepat, karena otak mereka terlatih bergerak cepat, terlepas dari bagus atau tidaknya prestasi mereka disekolah.

Sekolah Tinggi : Salah Satu Sekolah Tinggi Yahudi : Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apalagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yg diberi keutamaan ialah fakultas ekonomi. Dr Stephen Carr Leon sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Di akhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Dan mereka harus mempraktekannya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.

Merokok bagi mereka adalah sesuatu yang tabu. Bila Anda diundang makan di rumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh).

 Suatu penemuan dari saintis gen dan DNA Israel. Kesimpulan, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin? Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza. Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih.

Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.

Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya. Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal. Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri.

Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. Penyakit Genetika Membuat Bangsa Yahudi Cerdas PENERIMA penghargaan hadiah Nobel sudah pasti bukan orang sembarangan. Apalagi untuk kategori sains, dibutuhkan kegeniusan untuk meraih hadiah bergengsi ini. Menariknya, dari sejumlah penerima Nobel yang ada, kelompok masyarakat Yahudi yang mendominasi. Wajar jika kaum ini sering disebut sebagai kelompok masyarakat genius. Lantas, apa yang menyebabkan masyarakat Yahudi begitu cerdas? Ada anggapan yang mengatakan bahwa kecerdasan Yahudi sudah dilatih sebelum mereka lahir. Para ibu bangsa Yahudi yang sedang hamil memiliki pemahaman bahwa anak yang dikandungnya harus sudah diberi pelajaran meski hanya lewat pendengaran. Karena itu, tidak jarang kaum ibu bangsa Yahudi yang sedang hamil sering mendengarkan musik klasik.

Alasannya, musik klasik bisa memengaruhi perkembangan otak si bayi. Sang ibu bangsa Yahudi yang sedang mengandung akan lebih sering bernyanyi dan bermain piano. Selain itu, si ibu dan suaminya juga akan banyak membeli buku matematika dan mereka menyelesaikan soal secara bersama. Si ibu akan terus mengerjakan soal-soal matematika hingga sampai waktu melahirkan. Di samping itu, si ibu suka memakan kacang badam dan kurma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan kacang badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Dalam pandangan bangsa Yahudi, daging ikan sangat baik untuk perkembangan otak. Sementara kepala ikan mengandung bahan kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan. Karena itu, ada semacam ”ritual” dalam bangsa Yahudi bahwa ada kewajiban bagi ibu hamil untuk mengonsumsi pil minyak ikan.

 Namun, sebuah penelitian menunjukkan fakta lain. Kepintaran bangsa Yahudi lebih disebabkan penyakit genetika yang disebut ashkenazi. Salah satu penyakit turunan yang berhubungan dengan otak ini justru membuat mereka memiliki skor intelligent quotient (IQ) tertinggi di dunia. Ashkenazi selain membuat cerdas juga sangat mematikan. Setidaknya itulah yang diungkapkan dalam makalah Prefesor Gregory Cochran dan Henry Harpending yang diterbitkan pada 2005. Cochran selalu penasaran mengapa bangsa Yahudi sangat pintar. Dia menyangsikan teori seleksi alam yang menyebabkan bangsa Yahudi menjadi pintar.

Cochran menelusuri sejumlah jurnal ilmiah dan dia mengungkapkan teori baru kepada Harpending, profesor kehormatan di Universitas Utah, AS, yang sebelumnya sudah melakukan penelitian. Harpending juga anggota National Academy of Sciences. Cochran menilai gen yang rusaklah penyebab orang Yahudi menjadi lebih pintar.Kesimpulan Cochran ini membuka perdebatan baru menyangkut hubungan antara DNA dengan IQ. Lalu, Cochran (psikolog) dan Harpending (peneliti pendidikan) menyebut ashkenazi yang menyebabkan naiknya kekuatan otak. Dari hasil penelitian yang dipublikasikan pada awal 2009 oleh Departemen Antropologi Universitas Utah, AS, itu diungkapkan adanya kontroversi tentang evolusi manusia.

Kedua ilmuwan itu mendapati rata-rata IQ orang Yahudi adalah 107,5 hingga 115. Angka itu di atas rata-rata orang Eropa yang hanya mencapai 100. Setidaknya, meski berbeda 7 nilai, sudah cukup untuk membedakan tingkat kegeniusan. Karena penyakht genetika itulah, di kalangan bangsa Yahudi ada kelompok yang disebut Yahudi Ashkenazi. Ini merupakan salah satu kelompok etnik cerdas di dunia. Menurut penelitian mereka, terdapat data yang menyebutkan IQ yang luar biasa tinggi terdapat pada Yahudi Ashkenazi (Yahudi keturunan Eropa). Rata-rata IQ orang Eropa adalah 100, sementara Yahudi keturunan Eropa rata-rata menghasilkan skor IQ berkisar 107,5–115.

 Hal ini memungkinkan Yahudi Ashkenazi mempunyai kemungkinan enam kali lipat untuk menjadi seorang genius daripada orang Eropa non-Yahudi. Kedua ilmuwan itu menyatakan hasil inteligensia Yahudi Ashkenazi berasal dari tiga faktor. Pertama, akibat pengaruh tingkat historis perkawinan yang rendah. Kedua, disebabkan penganiayaan sosial dan politik abad pertengahan yang memaksa Yahudi Ashkenazi keluar dari pekerjaan umum ke pekerjaan berbasis kecerdasan sehingga menghasilkan tingkat lebih tinggi untuk orang Yahudi. Ketiga, akibat kecenderungan menderita penyakit yang memengaruhi pengolahan sphingolipids, molekul lemak yang mengirimkan sinyal saraf. Yahudi Ashkenazi secara tidak proporsional terkena beberapa gangguan mematikan, termasuk tay-sachs, sebuah penyakit yang melemahkan dan menimbulkan gangguan neurologis fatal dengan harapan hidup 4 tahun.

Selain itu, ada penyakit otak canavan dengan harapan hidup 5 tahun dan penyakit gaucher di mana lemak menumpuk di limpa, hati, sumsum tulang, paru-paru, dan bahkan otak. Ada juga penyakit niemann-pick tipe Adi mana bayi mengakumulasi jaringan lemak fatal dalam berbagai organ. Hal ini akan menyebabkan kerusakan otak yang mendalam dan kematian sebelum umur 2 tahun. Namun, kedua ilmuwan itu yakin bahwa berbagai penyakit mematikan yang diidap bangsa Yahudi justru memiliki keuntungan heterozigot (suatu mekanisme yang mempertahankan keragaman kumpulan gen eukariotis dengan cara memberikan keberhasilan reproduksi). Artinya, keuntungan ini memiliki dua salinan dari mutasi gen.

 Di di satu sisi menyebabkan masalah kesehatan yang serius, tetapi di sisi lain memiliki satu salinan yang menyebabkan efek kesehatan positif. Meski banyak ”penyakit turunan” yang fatal yang dialami bangsa Yahudi, mereka terus mewariskan inteligensia yang tinggi. Cochran memberikan penegasan bahwa kecerdasan Yahudi Ashkenazi akan terus menjadi kontroversi karena ketidaknyamanan masyarakat dengan label satu kelompok etnik lebih cerdas daripada yang lain. Padahal, masyarakat bisa menerima bahwa beberapa kelompok akan lebih tinggi, pendek, atau lebih cepat. Hasil penelitian Cochran dan Harpending yang berjudul ”Natural History of Ashkenazi Intelligence” juga menyebutkan, populasi orang Yahudi di AS hanya sekira 3 persen dari total jumlah masyarakat AS. Kendati begitu, mereka berhasil meraih 27 persen dari hadiah Nobel di bidang ilmu pengetahuan sejak 1950.

Hal yang sama juga terjadi pada penghargaan ACM Turing Awards di mana bangsa Yahudi berhasil meraih 25 persen penghargaan yang diberikan Association for Computing Machinery karena kontribusi yang bersifat teknis pada dunia ilmu komputer. Selain itu, tidak sedikit bangsa Yahudi yang menyandang gelar sebagai juara dunia catur. Sejumlah nama dari bangsa Yahudi yang telah meraih Nobel di antaranya Bernard Katz karena teori transmisi neuromuskuler, Andrew Schally yang meraih Nobel dalam endokrinologi. Ada juga George Wald (Nobel unttk melanjutkan pemahaman kita tentang mata manusia) dan Stanley Cohen (Nobel dalam embriologi). JANGAN MAU KALAH DENGAN PARA YAHUDI ! ! !, MENGIKUTI POLA MAKAN DAN SEBAGIAN CARA HIDUP EREKA BUKAN BERARTI MENDUKUNG DAN MEMUJA AGAMA MEREKA, TAPI MENGIKUTI POLA KEHIDUPAN NABI YANG “JANGAN ” SAMPAI DI “KLAIM” SEBAGAI CARA HIDUP MEREKA,, BE CLEVER ! ! !,,

PANDANGAN TIGA AGAMA TENTANG YESUS

PANDANGAN TIGA AGAMA TENTANG YESUS Yahudi 1. Yesus lahir dari perbuatan zina; mengaku menjadi Mesias yang dinantikan Bani Israil. 2. Yesus layak mati disalib sebagai hukuman terhadap pengakuannya sebagai Mesias. Kristen 1. Yesus adalah Tuhan Putra, pribadi kedua Tuhan. 2. Yesus mengalami kematian di kayu salib untuk menebus dosa warisan umat manusia. Islam 1. Yesus lahir karena ketentuan Allah ( kalimat Allah ), dilahirkan ibindanya Siti Maryam binti Imran dalam keadaan suci ( fitrah ). 2. Yesus adalah seorang utusan Allah, bukan Tuhan sebagaimana penjelasan surat Al maidah/ 5:73. ” Sesunguhnya kafirlah orang –orang yang mengatakan bahwasannya Allahsalah satu dari tiga, padahal sekali-kali tiddak ada Tuhan ( yang berhak disembah ) selain Tuhan Yang Maha Esa . Jika mereka Tidak berhenti dari apa yamg mereka katakan itu, pasti orang – orang kafir diantara mereka akan tertimpa siksaan yang pedih.” 3. Yesus diselamatkan Allah dari kematian di kayu salib.

SEJARAH NATAL

SEJARAH NATAL Kata Natal berasal dari bahasa Latin yang berarti lahir. Secara istilah Natal berarti upacara yang dilakukan oleh orang Kristen untuk memperingatri hari kelahiran Isa Al Masih- yang mereka sebut Tuhan Yesus. Peringatan Natal baru tercetus antara tahun 325-354 oleh Paus Liberius, yang ditetapkan tanggal 25 Desember, sekaligus menjadi momentum penyembahan Dewa Matahari, yang kadang juga diperingati pada tanggal 6 Januari, 18 Oktober, 28 April atau 18 Mei. Oleh Kaisar Konstantin, tanggal 25 Desember tersebut akhirnya disahkan sebagai kelahiran Yesus (Natal). Kelahiran Yesus Menurut Bibel Untuk menyibak tabir Natal pada tanggal 25 Desember yang diyakini sebagai Hari Kelahiran Yesus, marilah kita simak apa yang diberitakan oleh Bibel tentang kelahiran Yesus sebagaimana dalam Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1,10,11 (Markus dan Yohanes tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus). Lukas 2:1-8: ”Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galelilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud- supaya didaftarkan bersama dengan Maria, tunangannya yang sedang mengandung. Ketika mereka disitu tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lapin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka dirumah penginapan. Didaerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjanga kawanan ternak mereka pada waktu malam.” Jadi, menuru Bibel, Yesus lahir pada masa kekuasaan Kaisar Agustus yang saat itu yang sedang melaksanakan sensus penduduk (7M=579 Romawi). Yusuf, tunangan Maryam ibu Yesus berasaldari Betlehem, maka mereka bertiga ke sana, dan lahirlah Yesus di Betlehem, anak sulung Maria. Maria membungkusnya dengan kain lampan dan membaringkannya dalam palungan (tempat makan sapi, domba yang terbuat dari kayu). Peristiwa itu terjadi pada malam hari dimana gembala sedang menjaga kawanan ternak mereka di padang rumput. Menurut Matius 2:1, 10, 11 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman Herodus, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersuka citalah mereka. Maka masukalah mereka kedalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibunya. Jadi menurut Matius, Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodus yang disebut Herodus Agung yang memerintah tahun 37 SM- 4 M (749 Romawi), ditandai dengan bintang-bintang yang terlihat oleh orang-orang Majusi dari Timur. Cukup jelas pertentangan kedua Injil tersebut (Lukas 2:1-8 dan Matius 2:1, 10, 11) dalam menjelaskan kelahiran Yesus. Namun begitu keduanya menolak kelahiran Yesus tanggal 25 Desember. Penggambaran kelahiran yang ditandai dengn bintang-bintang di langit dan gembala yang sedang menjaga kawanan domba yang dilepas bebas di padang rumput beratapkan langit dengan bintang-bintangnya yang gemerlapan, menunjukkan kondisi musim panas sehingga gembala berdiam di padang rumput dengan domba-domba mereka pada malam hari untuk menghindari sengatan matahari. Sebab jelas 25 Desember adalah musim dingin. Sedang suhu udara di kawasan Palestina pada bulan Desember itu sangat rendah sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Bagi yang memiliki wawasan luas, hati terbuka dan lapang dalam mencari kebenaran, kitab suci Al-Quran telah memberikan jawaban tentang kelahiran Yesus (Isa alaihssalam). ”Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (Maryam) bersandar pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ”Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah. ”Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai dibawahmu (untuk minum). Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu” (Surat Maryam\19: 23-25) Jadi menurut Al Quran Yesus dilahirkan pada musim panas disaat pohon-pohon kurma berbuah dengan lebatnya. Untuk itu perlu kita cermati pendapat sarjana Kristen Dr. Arthus S. Peak, dalam Commentary on the Bible – seperti dikutip buku Bible dalam Timbangan oleh Soleh A. Nahdi (hal 23): Yesus lahir dalam bulan Elul (bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan Agustus-September. Sementara itu Uskup Barns dalam Rise of Christianity – seperti juga dikutip oleh Soleh A. Nahdi berpendapat sebagai berikut: ”Kepercayaan, bahwa 25 Desember adalah hari lahir Yesus yang pasti tidak ada buktinya. Kalau kita percaya cerita Lukas tentang hari lahir itu dimana gembala-gembala waktu malam menjaga di padang di dekat Betlehem, maka hari lahir Yesus tentu tidak di musim dingin di saat suhu di negeri pegunungan Yudea amat rendah sekali sehingga salju merupakan hal yang tidak mustahil. Setelah terjadi banyak perbantahan tampaknya hari lahir tersebut diterima penetapannya kira-kira tahun 300 Masehi” Pada Tahun Berapa Yesus Lahir? Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun 1, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 (telah dikutip sebelumnya) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus jadi antara tahun 27 Sebelum Maseh-14 Sesudah Masehi. Sedangkan Matius: 2:1 (Juga telah dikutip) menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi-4 Sesudah Masehi. Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan Yesus lahir tahun 8 Sebelum Masehi, tahun 6 Sebelum Masehi, tahun 4 sesudah Masehi. Antara lain di kutip dari buku tulisan Rev. Dr. Charles Francis Petter, MA. . B.D., S.T.M. yang berjudul, The Lost Years of Jesus Revealed hal 119 sebagai berikut: Pada abad ke-19 setelah terbukti dan akhirnya diakui bahwa Herodes telah mati 4 tahun sebelum masehi dan setelah ditetapkan, bahwa menurut cerita Matius (2:16) raja Herodes memerintahkan pembunuhan kanak-kanak umur/dibawah umur dua tahun untuk membinasakan Yesus harus digeser kebelakang, paling sedikit 4 tahun sebelum masehi. Masa kini para sarjana lebih condong menggeserkan tanggal lahirny` Yesus itu 5 sampai 6 tahun kebelakang tahun Masehi. Kesulitan menentukan tanggal kelahiran Yesus, kehidupannya, dan kematiannya terpaksa ditimbulkan kembali karena adanya keterangan-keterangan yang banyak terdapat dalam gulungan-gulungan Essene (yang terdapat di gua Qamran) malah soal-soal yang berhubungan dengan ketuhanan juga harus dibangkitkan kembali. Jadi sampai hari ini pun tidak ada kejelasan tahun berapa Yesus dilahirkan. Asal Usul Perayaan Natal 25 Desember Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Bibel dan Yesus tidak pernah memberikan contoh ataupun memerintahkan pada muridnya untuk menyelenggarakan peringatan kelahirannya. Perayaan Natal baru masuk dalam ajaran Kristen katolik pada abad ke-4 M. Dan peringatan inipun berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Dimana kita ketahui bahwa abad ke-1 sampai abad ke-4 M dunia masih dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politheisme. Ketika Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katolik, mereka tidak mampu meninggalkan adat/budaya pangannya, apalagi terhadap pesta rakyat untuk memperingati hari Sunday (sun=matahari: day=hari) yaitu kelahiran Dewa Matahari tanggal 25 Desember. Maka supaya agama Katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi diadakanlah sinkretisme (perpaduan agama-budaya/ penyembahan berhala), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Sun of God (Dewa Matahari) dengan kelahiran Son of God (Anak Tuhan=Yesus). Maka pada konsili tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Jufa diputuskan, Pertama, hari minggu (Sunday=hari matahari) dijadikan pengganti hari Sabat yang menurut hitungan jatuh pada Sabtu. Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. Ketiga, membuat patung-patung Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari. Sesudah Kaisar Kontantin memeluk agama Katolik pada abad ke-4 masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katolik. Inilah prestasi gemilang hasil proses sinkretisme Kristen oleh Kaisar Konstantin dengan agama panganisme politheisme nenek moyang. Demikian asal-usul Christmas atau Natal yang dilestarikan oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia sampai sekarang. Demikian kepercayaan panganis politheisme mendapat ajaran tentang Dewa Matahari yang diperingati tanggal 25 Desember. Mari kita telususri melalui Bibel maupun sejarah kepercayaan panganis yang dianut oleh bangsa Babilonia kuno didalam kekuasaan raja Nimrod (Namrud). H.W. Amstrong dalam bukunya The Plain Truth About Christmas, Worlwide Chrch of God, California USA, 1994, menjelaskan: Namrud cucu Ham, anak nabi Nuh adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia kuno. Nama Nimrod dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad” yang artinya: “Dia membangkang atau Murtad antara lain dengan keberaniaannya mengawinkan ibu kandungnya sendiri bernama “Semiramis”. Namun usia Namrud tidak sepannjang ibu sekaligus istrinya. Maka setelah Namrud mati, Semiramis menyebarkan ajaran: bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon “Evergreen” yang tumbuh dari sebatang kayu mati. Maka untuk memperingati kelahirannya dinyatakan bahwa Namrud selalu hadir di pohon Evergreen dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. Sedangkan kelahiran Namrud dinyatakan tanggal 25 Desember. Inilah asal usul pohon Natal. Lebih lanjut Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia, kemudian Namrud dipuja sebagai “anak suci dari surga”. Putaran jaman menyatakan bahwa penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi “Mesiah palsu”, berupa dewa “Ba-al” anak dewa matahari dengan objek penyembahan ‘Ibu dan Anak (Semiramis dan Namrud) yang lahir kembali. Ajaran tersebut menjalar ke negara lain: Di mesir berupa “Isis dan Osiris”, di Asia bernama “Cybele dan Deoius”. Di Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, “Kwan Im” di Cina, Jepang dan Tibet, India, Persia, Afrika, Eropa dan Meksiko juga ditemukan adat pemujaan terhadap dewa “Madonna” dan lain-lain. Dewa-dewa berikut dimitoskan lahir pada tanggal 25 Desember, dilahirkan oleh gadis perawan (tanpa bapak), mengalami kematian (salib) dan dipercaya sebagai Juru Selamat (Penebus Dosa): 1. Dewa Mithras (Mitra) di Iran, yang juga dinyatakan dilahirkan dalam sebuah gua dan mempunyai 12 orang murid. Dia juga disebut sebagai Sang Penyelamat, karena ia pun mengalami kematian dan dikuburkan, tapi bangkit kembali. Kepercayaan ini menjalar hingga Eropa. Konstantin termasuk salah seorang pengagum sekalugus penganut kepercayaan ini. 2. Apollo, yang terkenal memiliki 12 jasa dan menguasai 12 bintang/planet. 3. Hercules yang terkenal sebagai pahlawan perang tak tertandingi. 4. Ba-al yang disembah orang-orang Israel adalah dewa pendududk asli tanah Kana’an yang terkenal juga sebagai dewa kesuburan. 5. Dewa Ra, sembahan orang-orang Mesir Kuno; kepercayaan ini menyebar hingga ke Romawi dan diperingati secara besar-besaran dan dijadikan sebagai pesta rakyat. Demikian juga Serapsis, Attis, Issis, Horus, Adonis, Bacchus, Krisna, Osiris, Syamas, Kybele dan lain-lain. Selain itu ada lagi tokoh/pahlawan pada suatu bangsa yang oleh mereka diyakini dilahirkan oleh perawan, antara lain Zorates (bangsa Persia) dan Fo Hi (bangsa Cina). Demikian pula pahlawan-pahlawan Helenisme: Agis, Celomenes, Eunus, Soluius, Aristonicus, Tibarius, Grocecus, Yupiter, Minersa, Easter. Jadi konsep bahwa Tuhan itu dilahirkan seorang perawan pada tanggal 25 Desember disalib/dibunuh kemudian dibangkitan, sudah ada sejak zaman purba. Konsep/dogma agama bahwa Yesus adalah anak Tuhan dan bahwa Tuhan mempunyai tiga pribadi dengan sangat mudahnya diterima oleh kalangan masyarakat Romawi karana merekalah telah memiliki konsep itu sebelumnya. Mereka tinggal mengubah nama-nama dewa menjadi Yesus. Maka dengan jujur Paulus mengakui bahwa dogma-dogma tersebut hanyalah KEBOHONGAN yang sengaja dibuatnya. Kata Paulus kepada Jemaat Roma: Tetapi jika kebesaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaannya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai seorang berdosa? (Roma 3:7) Mengenai kemungkinan terjadinya pendustaan itu, Yesus telah mensinyalir lewat pesannya: Jawab Yesus kepada mereka: Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. (Matius 24:4-5). Pandangan Bibel Tentang Upacara Natal. Untuk mengetahui pandangan Bibel tentang perayaan Natal yang diwarisi oleh tradisi paganisme, baiklah kita telaah Yeremia 10:2-4: ”Beginilah firman Tuhan: ”Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang diseganii bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukanlah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang”. Demikianlah pandangan Bibel tentang upacara Natal yaitu melarang orang Kristen mengikuti kebiasaaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Selanjutnya mari kita simak penjelasan Yeremia 10:5 ”Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun. Tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun dia tidak dapt.” Sumber-sumber Kristen yang Menolak Natal 1. Catolic Encyclopedia, ediai 1911 tentang Christmas: ” Natal bukanlah upacara gereja yang pertama... melainkan ia diyakini berasal dari Mesir, perayaan yang diselenggarakan oleh para penyembah berhala dan jatuh pada bulan Januari., kemudian dijadikan kelahiran Yesus. Dalam buku yang sama, tentang ” Natal Day” dinyatakan sebagai berikut: ”Di dalam kitab suci tidak ada seorang pun yang mengadakan upacara atau penyelenggaraan perayaan untuk merayakan hari kelahiran Yesus. Hanyalah orang-orang kafir saja (seperti Firaun dan Herodes) yang berpesta pora merayakan hari kelahirannya ke dunia ini.” 2. Encyclopedia Britanica, edisi 1946 menyatakan: ”Natal bukanlah upacara gereja abad pertama, Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakan dan Bibel juga tidak pernah menyelenggarakannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.” 3. Encyclopedia Americana, edisi tahun 1944 menyatakan: ”Menurut para ahli, pada abad-abad permulaan, Natal tidak pernah dirayakan oleh umat Kristen. Pada umumnya umat kristen hanya merayakan hari kematian orang-orang terkemuka saja, dan tidak pernah merayakan hari kelahiran tersebut.......”. (Perjamuan Suci, yang termaktub dalam kitab Perjanjian Baru hanyalah untuk mengenang kematian Yesus Kristus)..... Perayaan Natal yang dianggap sebagai hari kelahiran Yesus, mulai diresmikan pada abad ke-4 M. Pada abad ke-5 M. Gereja Barat memerintahkan kepada umat Kristen untuk merayakan hari kelahiran Yesus, yang diambil dari hari pesta bangsa Roma yang merayakan hari ”Kelahiran Dewa Matahari”. Sebab tidak seorangpun mengetahui hari kelahiran Yesus.”

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA BAI’AT DAN KONTRAK POLITIK

1. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA BAI’AT DAN KONTRAK POLITIK Ibnu Khaldtn mengatakan dalam kitabnya, Al-Muqaddimah, ”Baiat ialah janji untuk taat. Seakan-akan orang yang berbaiat itu berjanji kepada pemimpinnya untuk menyerahkan kepadanya segala kebijaksanaan tentang urusan dirinya dan urusan kaum Muslimin, sedikit pun tanpa menentangnya; serta taat kepada perintah pimpinan yang dibebankan kepadanya, suka maupun tidak.” Menurut Taha Huseyn, istilah kontrak politik dalam Islam sama dengan mubaya'ah yang ada dalam Islam, di mana di dalam Islam, pendirian Negara (nash'at al dawlah al islamiyyah) dan pengangkatan pemimpinnya, bergantung pada kontrak yang terjadi antara pemimpin (al hakim/al khalifah) dan rakyatnya (al mahkumin) melalui proses sosial yang disebut dengan bay'at dalam bentuk mubaya'ah Ungkapan ini dibenarkan oleh Yusuf Musa dengan mengatakan bahwa dalam Islam hubungan antara penguasa dan rakyat didasarkan pada kontrak sosial yang disebut bay'at, yang berarti sumpah setia sebagai sumber legitimasi. Menurut Yusuf Musa, dengan menerima bay'at, penguasa dalam Islam itu demokratis sejauh ia memerintah dan mengeluarkan kebijakan yang selaras dengan hukum Islam seperti yang terkandung dalam al-Qur'an dan Hadith Nabi. Istilah mubaya'ah berasal dari kata ba'a, yang secara etimologis berarti menjual sesuatu, dan bermakna leksikal "memberikan sesuatu kepada orang lain dengan imbalan harga". Bay'at mengandung makna perjanjian; janji setia atau saling berjanji dan setia. Dalam pelaksanaan bay'at selalu melibatkan dua pihak secara suka rela, sehingga bay'at juga berarti berjabat tangan untuk bersedia menjawab akad transksi barang atau hak dan kewajiban, saling setia dan taat. Dari penjabaran dua tokoh diatas dapat diambil kesimpulan bahwa bai’at dan kontrak politik merupakan sama-sama suatu bentuk perjanjian. Perbedaan antara Kontrak Politik dan Bai’at adalah bahwa Setiap momen pemilihan umum, baik pemilu kepala daerah, pemilu legislatif, pemilu DPD, maupun pemilu presiden, masyarakat selalu dicekoki oleh berbagai macam kontrak politik. Para calon sering menyodorkan kontrak politik untuk melegitimasi dirinya dalam ajang kompetisi politik tersebut. Persoalannya adalah benarkah kontrak politik dapat dijadikan alas hak bagi rakyat untuk menggugat kandidat ke pengadilan agar memenuhi apa yang sudah menjadi komitmennya atau melaporkan secara pidana ke penyidik dengan dasar suatu tindak pidana, misalnya, penipuan? Dapatkah kontrak politik itu di-enforce (ditegakkan) secara hukum? Fenomena kontrak politik, terlebih sekarang menjelang pemilihan presiden, sebenarnya merupakan sebuah refleksi dari krisis kepercayaan masyarakat terhadap apa yang sering diucapkan atau yang dijanjikan oleh seorang calon presiden. Dikatakan sebagai refleksi dari krisis kepercayaan rakyat karena dengan kontrak politik tersebut, seorang calon perlu meyakinkan rakyat mengenai komitmen politiknya dalam sebuah kontrak di mana ucapannya secara lisan sudah tidak dapat lagi menjadi pegangannya. Ini adalah sebuah pertanda degradasi moral bagi para calon yang bersyahwat ingin memimpin negeri ini. Kontrak politik yang sering dilakukan para kandidat dibuat dengan bahasa umum tanpa suatu klasifikasi tertentu dan bukan dengan bahasa dan klasifikasi hukum. Karena dibuat dengan bahasa yang abstrak dan tidak memiliki makna hukum, dapat dipastikan kontrak politik tidak dapat ditegakkan dalam ranah hukum (non enforceable). Karena kontrak politik tidak memiliki implikasi yuridis, selembar kontrak politik hanyalah seonggok kertas yang tidak bermakna apa pun. Kontrak politik sengaja dibuat dengan suatu bahasa yang abstrak. Misalnya, jika terplilih menjadi presiden, akan memperjuangkan aspirasi rakyat. Tidak jelas apa makna memperjuangkan serta tidak jelas apa yang dimaksud dengan aspirasi rakyat. Karena tidak ada tolok ukur variabel-variabel tersebut, sulit jika si pengontrak politik tersebut sudah jadi presiden dapat di-judgment bahwa ia telah melanggar kontrak politik. Ibnu Khaldun mengatakan dalam kitabnya, Al-Muqaddimah, ”Baiat ialah janji untuk taat. Seakan-akan orang yang berbaiat itu berjanji kepada pemimpinnya untuk menyerahkan kepadanya segala kebijaksanaan tentang urusan dirinya dan urusan kaum Muslimin, sedikit pun tanpa menentangnya; serta taat kepada perintah pimpinan yang dibebankan kepadanya, suka maupun tidak.” Jika disimpulkan dari paparan di atas, nampaknya kontrak politik yang terjadi pada periode modern sekarang ini adalah pengembangan dari system bay'at yang pernah terjadi dalam Islam, sehingga dalam mengkaji tentang kontrak politik, kita juga harus merujuk pada peristiwa bay'at yang pernah terjadi pada masa awal Islam. 2. PERAN DAN TUGAS PARTAI POLITIK MENURUT FIQIH SIYASAH Pertama: Parpol wajib mengoreksi penguasa. Keberadaan parpol dalam Islam memiliki tugas atau kewajiban sesuai dengan yang ditentukan oleh Allah Swt., yakni mendakwahkan Islam dan melakukan amar makruf nahi mungkar (lihat: QS Ali Imran [3]: 104). Di tangan penguasalah puncak kemakrufan atau kemungkaran. Karena itu, fungsi utama amar makruf dan nahi mungkar bersentuhan langsung dengan pihak penguasa. Rasullah saw. bersabda: سَيِّدُ الشُّهَدَاءِ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ اْلمُطَالِبِ وَرَجُلٌ قَامَ عَلَى إِمَامٍ جَائِرٍ فَأَمَرَهُ وَنَهَاهُ فَقَتَلَهُ Pemuka para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa zalim untuk melakukan amar makruf nahi mungkar kepadanya, lalu penguasa tersebut membunuhnya. (HR al-Hakim). Hadits ini menunjukkan bahwa tugas parpol adalah melakukan koreksi terhadap penguasa. Jika dalam perjalanan kekuasaannya penguasa melakukan penyimpangan maka tugas dan kewajiban parpol Islam untuk meluruskannya agar sesuai dengan sistem (hukum) Islam. Fungsi perbaikan (ishlâh) hanya dapat dipahami dalam konteks penguasa memang diangkat berdasarkan sistem (hukum) Islam dan dalam rangka menerapkan hukum Allah Swt. Namun, jika penguasa diangkat berdasarkan sistem (hukum) kufur yang mengatur masyarakatnya maka yang dilakukan parpol Islam adalah perubahan total (taghyîr). Pada masa Rasulullah saw., seluruh langkah parpol Islam di kota Makkah adalah langkah-langkah yang bersifat taghyîr (perubahan total), bukan ishlâh (perubahan parsial). Setiap parpol Islam di seluruh negeri-negeri Muslim wajib mencontoh tharîqah (metode) Rasulullah saw. Ini berarti kita telah menjalankan sunnah Rasulullah saw. Kedua: Parpol dalam Islam harus membina kesadaran politik masyarakat. Setiap peristiwa di tengah masyarakat tidak selalu murni tanpa rekayasa. Sebagian peristiwa boleh jadi by design kelompok tertentu dan untuk kepentingan politik tertentu pula. Dalam ungkapan Benjamin Disraeli, “The world is governed by far different personages from what is imagined by those who are not behind the scenes.” (Dikutip dari Luthfi Hidayat, 2007). Pada hakikatnya, situasi politik lokal, regional, dan internasional terjadi mengikuti mainstream dari sebuah kebijakan politik. Umat harus mengamati dan memahami semua kejadian tersebut dari sudut pandang Islam. Inilah yang disebut dengan kesadaran politik Islam. Pada masa lalu, Rasulullah saw. melakukan aktivitas membangun struktur kelompok terpilih yang beranggotakan para Sahabat. Rasulullah saw. membina mereka secara langsung sehingga mereka memiliki kepribadian Islam yang kokoh. Mereka dipersiapkan sebagai pilar-pilar yang akan menjadi penopang ketika masyarakat dan Daulah Islam (Khilafah) terbentuk. Di samping itu, pembinaan secara umum kepada masyarakat dilakukan dengan melontarkan opini umum tentang ajaran Islam, merespon berbagai persoalan kemasyarakatan, membongkar persekongkolan dan rekayasa jahat orang-orang kafir terhadap ajaran Islam dan kaum Muslim, dan sebagainya. Semua itu adalah bagian dari tahapan dan proses yang dijalin oleh Rasulullah saw. dengan tuntunan wahyu Allah SWT. Ketiga: Parpol berupaya mewujudkan dan menjaga tegaknya Islam. Sudah saatnya parpol Islam tidak lagi terbuai dengan wacana demokrasi dan Pemilu yang terbukti hanya fatamorgana. Parpol Islam tidak seharusnya menampilkan simbol-simbol partai, jargon-jargon kosong, retorika tanpa makna yang cenderung melenakan umat, atau pidato agitatif yang membius euforia dan histeria massa ketika kampanye. Jika sekadar itu yang dilakukan maka tidak akan ada implikasinya terhadap kebangkitan Islam.

BAHASA TAGALOG

Bahasa (Filipino) Tagalog: Satu Kajian Leksikostatistik dan Glotokronologi Pengenalan Linguistik Sejarah Komparatif adalah suatu bidang yang mengkaji bahasa dalam jangka masa tertentu serta perubahan-perubahan unsur bahasa yang terjadi dalam tempoh waktu tersebut. Kajian ini memperlihatkan persamaan kata dalam bahasa Filipino berbanding dengan bahasa Melayu. Tujuan kajian Linguistik Sejarah Komparatif adalah untuk melihat persamaan kekerabatan atau tidak dalam bahasa tersebut. Persamaan tersebut dikaji dan dibandingkan untuk mengesahkan bahawa bahasa-bahasa yang serumpun menunjukkan kekerabatannya. Perbandingan yang dilakukan ialah perbandingan morfologi dan semantik. Perbandingan ini juga akan memperlihatkan bahasa Proto yang menurunkan bahasa-bahasa moden. Hasil perbandingan ini juga akan memperlihatkan pengelompokan bahasa-bahasa dalam sesuatu rumpun bahasa. Persamaan atau kemiripan bentuk dan makna adalah disebabkan oleh perkembangan sejarah yang sama atau berasal daripada suatu bahasa Proto yang sama. Persamaan atau kemiripan bentuk dan makna yang terdapat dalam bahasa-bahasa tersebut adalah disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor warisan langsung (inheritance) daripada bahasa Proto yang sama disebut, bentuk kerabat (cognate), faktor kebetulan (by chance) dan faktor peminjaman. Makalah ini hanya mengkaji bentuk-bentuk persamaan atau kemiripan bentuk-bentuk kata berkerabat (cognate). Kaedah Perbandingan Kaedah Leksikostatistik ialah kaedah dalam pengelompokan bahasa yang lebih mengutamakan persamaan atau kemiripan kata-kata secara statistik dan mengelompokkan kata-kata tersebut berdasarkan peratusan persamaan dan perbezaan dengan bahasa-bahasa yang dikaji. Kaedah Glotokronologi pula ialah kaedah yang mengelompokkan kata-kata mengikut tempoh masa (time-depth). Dalam hal ini usia sesuatu bahasa dikira dalam ribuan tahun. (millennium). Oleh itu leksikostatistik dan glotokronologi dapat dirumuskan sebagai suatu kaedah yang memperlihatkan persamaan atau kemiripan sesuatu bahasa dengan tujuan supaya usia dan kelompok sesuatu bahasa dapat ditentukan. Morris Swadesh (1952) mencadangkan 200 kosa kata dasar yang dianggap universal iaitu terdapat pada semua bahasa dunia sejak awal mula perkembangannya. Kosa kata dasar ini meliputi kata ganti, kata bilangan, anggota badan, alam sekitar, dan alat kelengkapan seharian. Kosa kata ini juga akan bertahan selama 1000 tahun pada kadar 80.5% secara umumnya. Apabila peratusan kata berkerabat diperoleh, maka waktu pisah kedua-dua bahasa tersebut dapat dikira. Langkah-langkah dalam Teknik Leksikostatistik ialah mengumpulkan kosa kata dasar bahasa yang berkerabat, menetapkan pasangan yang berkerabat, mengira usia atau waktu pisah kedua-dua bahasa dan mengira ralat kesalahan untuk menetapkan kemungkinan waktu pisah yang lebih tepat. Unsur yang paling penting dalam membandingkan dua bahasa adalah dengan cara mengumpulkan daftar kosa kata dasar daripada bahasa-bahasa yang diteliti. Sejarah Ringkas Bahasa Melayu dan Bahasa Filipino (Tagalog) Sumber yang menurunkan bahasa-bahasa di daratan dan di pulau-pulau diberi nama filum (phylum). Istilah filum merujuk kepada kelompok bahasa yang lama-waktunya 5000 tahun atau lebih. Lama-waktu ( time-depth) ialah umur sesuatu bahasa itu dikira dari masa bahasa itu berpecah dari bahasa induknya. Dengan berdasarkan lama-waktu bahasa-bahasa yang mempunyai perkaitan kekeluargaan, bahasa-bahasa digolongkan ke dalam rumpun, keluarga, subkeluarga. 1. Rumpun : 2500 – 5000 tahun 2. Keluarga : 500 – 2500 tahun 3. Subkeluarga : 0 – 500 tahun. Asal-usul bahasa Melayu adalah dari filum Austrik. Filum Austrik terpecah kepada dua rumpun bahasa yang besar iaitu Rumpun Austroasia dan Rumpun Austronesia (dulu dikenali sebagai Malayo-Polinesia). Pemecahan rumpun Austronesia kepada 4 keluarga iaitu Indonesia (Nusantara), Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia. Daripada keluarga Indonesia (Nusantara), bahasa Melayu terpecah kepada 16 subkeluarga atau bahasa iaitu bahasa Filipino, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali-Sasak, Gorontalo, Tomini, Toraja, Loinang, Bunku-Laki, Sulawesi Selatan, Muna-Butung, Bima-Sumba, Ambon-Timur, Sula-Bacon, Halmahera Selatan-Irian Jaya. Dalam subkeluarga Sumatera termasuk bahasa Aceh, Batak, Minangkabau, Melayu, Nias, Lampung, dan orang Laut. Filum Austrik Rumpun Austroasia Rumpun Austronesia (Malayo-Polinesia) Munda Mon-Khamer Annam-Muong Indonesia Melanesia Mikronesia Polinesia (Nusantara) KELUARGA Filipina Sumatera Jawa Kalimantan Bali-Sasak Gorontalo Tomini Toraja - Tagalog - Aceh - Sunda - Iloko - Batak - Jawa - Bikol - Minangkabau - Madura - Bisaya - Melayu - Sulu - Nias - Palau - Lampung - Tombolu - Orang Laut Rajah 1 (Salasilah rumpun dan keluarga bahasa) Disesuaikan daripada Tatabahasa Dewan Edisi Baharu 1993.. Mengira Waktu Pisah Waktu pisah antara dua bahasa yang berkerabat yang telah diketahui peratusan kekerabatannya, dapat dikira dengan menggunakan formula berikut: Log C W = --------- 2 log r W = waktu pisah dalam ribuan tahun. r = kadar ketahanan dalam 1000 tahun atau indeks. C = peratusan kekerabatan. Dengan menggunakan rumus ini, maka pengiraan waktu pisah antara bahasa Filipino dengan bahasa Malaysia adalah seperti berikut: Log 0.409 W = ---------------- 2 log 0.217 = - 0.916 ----------- 2 x (-0.434) = - 0.713 ----------- - 0.434 = 2.110 Jadi pengiraan waktu pisah antara bahasa Melayu dengan bahasa Filipino adalah 1642 tahun yang lalu. Adalah mustahil perpisahan berlaku dalam tahun tertentu kerana perpisahan bahasa berlaku secara beransur-ansur. Oleh itu, untuk mengelakkan ini berlaku, maka perlu dikira ralat dengan menggunakan formula berikut: ___________ S = √ C (1-C) ---------- n S = kesalahan standard dalam peratusan kata kerabat C = peratusan kata kerabat n = jumlah kata yang dibandingkan _______________ S = √ 0.40 (1-0.40) -------------------- 198 ______________ S = √ 0.40 (0.6) ------------------- 198 _______________ S = √ 0.24 -------------------- 198 _______________ S = √ 0.00121 S = 0.0348 Hasil daripada kesalahan standard ini dijumlahkan dengan peratusan kerabat untuk mendapatkan C baru iaitu 0.03 + 0.4 = 0.43 Dengan C yang baru ini sekali lagi dikira waktu pisah dengan menggunakan formula waktu pisah di atas. Jadi: Log C W = --------- 2 log r Log 0.43 W = --------- 2 log 0.805 - 0.844 W = --------------- 2 x (- 0.217) -0.844 W = --------- -0.434 W = 1.944 ribuan tahun. Untuk memperoleh jangka kesalahan, maka waktu yang lama (2110) – waktu baru (1944) = 166. Angka ini harus ditambah dan dikurangi dengan waktu lama untuk memperoleh usia waktu pisah kedua-dua bahasa tersebut. Jadi dapatlah ditentukan bahawa bahasa Melayu dengan bahasa Filipino telah berpisah dalam jangka waktu 1944 hingga 2276 tahun yang lalu. Untuk menentukan kekerabatan bahasa Melayu dengan bahasa Filipino, Swadesh mencadangkan suatu klasifikasi yang menetapkan bila dua bahasa itu disebut dialek, keluarga, dan rumpun bahasa. Tingkat Bahasa Waktu Pisah dalam Abad Peratusan kata kerabat Bahasa Keluarga Rumpun Mikrofilum Mesofilum Makrofilum 0-5 5-25 25-50 50-75 75-100 100 ke atas 100-81 81-36 36-12 12-4 4-1 < 1 Jadual 1: Pengkelasan bahasa berdasarkan tingkat kekerabatan. Berdasarkan jadual 1, dapatlah dibuktikan bahawa bahasa Melayu dengan bahasa Filipino adalah dua bahasa yang termasuk dalam satu keluarga bahasa kerana peratus kata kerabat ialah 40.9%, abad pisah 5-25 abad yang lalu. Bibliografi Arlotto, Anthony. 1972. Introduction to Historical Linguistics. Boston: Houghton Mifflin Company. Asmah Hj. Omar. 1988. Susur Galur Bahasa Melayu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. C.A. Mees. 1967. Ilmu Perbandingan Bahasa-Bahasa Austronesia.Kuala Lumpur : Oxford University Press. Keraf, Gorys. 1984. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta. Penerbit PT Gramedia. Nik Safiah Karim et.al. 1993. Tatabahasa Dewan Edisi Baharu. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Lampiran 1 Perbandingan Kosa Kata Melayu-Kata Filipino mengikut Daftar 200 Swadesh Bahasa Inggeris Bahasa Melayu Bahasa Filipino Taraf Kognat 1. All * semua lahat - 2. And dan at - 3. Animal binatang hayop - 4. Ashes * abu abu + 5. At di/pada diyan/nasa - 6. Back belakang likod - 7. Bad buruk bastos/masama - 8. Bark * kulit kayu tahol - 9. Because sebab/dalil dahil + 10. Belly * perut tiyan - 11. Big besar malaki - 12. Bird burung ibon - 13. Bite gigit kagat - 14. Black hitam itim - 15. Blood * darah dugo - 16. Blow tiup ihip + 17. Bone * tulang buto - 18. Breathe bernafas huminga - 19. Burn * bakar sunugin - 20. Child anak anak + 21. Cloud * awan ulap - 22. Cold * sejuk malamig - 23. Come * datang dumating + 24. Count hitung/bilang bilang + 25. Cut potong putul + 26. Day hari araw - 27. Die * mati mamatay + 28. Dig gali hukay - 29. Dirty kotor marumi - 30. Dog * anjing aso - 31. Drink * minum inom + 32. Dry * kering tuyo - 33. Dull tumpul mapurol + 34. Dust habuk alikabok/alabok + 35. Ear * telinga tainga + 36. Earth * tanah mundo - 37. Eat makan kumain - 38. Egg * telur itlog + 39. Eye * mata mata + 40. Fall jatuh hulog - 41. Far jauh malayo - 42. Fat * gemuk mataba - 43. Father bapa tatay - 44. Fear takut takot/katakutan + 45. Feather * bulu balahibo - 46. Few sikit kaunti - 47. Fight berlawan labanan + 48. Fire * api apoy + 49. Fish * ikan isda - 50. Five lima lima + 51. Float apung karosa - 52. Flow hanyut agos - 53. Flower bunga bulaklak - 54. Fly * terbang lumipad - 55. Fog kabut hamog - 56. Foot * kaki paa - 57. Four empat apat + 58. Freeze beku tumigas - 59. Fruit buah prutas ditolak 60. Give * beri bigay - 61. Good * baik mabuti - 62. Grass rumput damo - 63. Green * hijau berde - 64. Guts tali perut kanal - 65. Hair * rambut buhok - 66. Hand * tangan kamay - 67. He dia siya + 68. Head * kepala ulo - 69. Hear dengar pakingan - 70. Heart * jantung duso - 71. Heavy berat mabigat + 72. Here sini dini + 73. Hit palu tama - 74. Hold/take ambil kumuha - 75. How bagaimana paano - 76. Hunt berburu hanapin - 77. Husband suami asawa (lalaki) + 78. I aku/saya ako + 79. Ice ais yelo - 80. If jika pano - 81. In di dalam lalim + 82. Kill * bunuh patayin - 83. Know * tahu alam - 84. Lake danau/tasik lawa - 85. Laugh ketawa tawa + 86. Leaf * daun dahon + 87. Left side sebelah kiri kaliwa + 88. Leg kaki benti - 89. Lie * baring kasinungalingan + 90. Live hidup buhay - 91. Liver * hati atay + 92. Long * panjang mahaba - 93. Louse * kutu kuto + 94. Man-male * lelaki lalaki + 95. Many * banyak marami - 96. Meat/flesh * daging karne - 97. Mother emak ima + 98. Mountain * gunung bundok - 99. Mouth * mulut/bibir bunganga/bibig + 100. Name * nama/panggilan pangalan + 101. Narrow sempit makipot - 102. Near * hampir malapit - 103. Neck * tengkuk/leher liig - 104. New * baru bago + 105. Night * malam gabi - 106. Nose * hidung ilong + 107. Not * tidak wala - 108. Old tua/lama luma + 109. Our * kami amin + 110. Other lain iba - 111. Person * orang olang + 112. Play main laro - 113. Pull tarik hila - 114. Push tolak tulak + 115. Rain * hujan ulan + 116. Red * merah pula - 117. Right/correct betul baguhin - 118. Right side sebelah kanan kanan + 119. River sungai ilog - 120. Road * jalan daan + 121. Root * akar/urat ugat + 122. Rope tali tali + 123. Rotten busuk/reput buluk + 124. Rub gosok kuskusin - 125. Salt garam asin + 126. Sand * pasir buhangin - 127. Say * sebut sabi - 128. Scratch garu galusan + 129. Sea * laut dagat - 130. See * lihat tingnan - 131. Seed * biji buto - 132. Sew * jahit tahiin + 133. Sharp tajam matalim + 134. Short pendek liit - 135. Sing berlagu/menyanyi kumanta - 136. Sit * duduk umupo - 137. Skin * kulit balat - 138. Sky langit langit + 139. Sleep * tidur matulog + 140. Small * kecil maliit - 141. Smell cium/hidu amoy - 142. Smoke * asap usok + 143. Smooth licin makinis - 144. Snake ular ahas - 145. Snow salji niyebe - 146. Some sesetengah kaunti - 147. Spit ludah dura - 148. Split belah hiwalay - 149. Squeeze perah pigain + 150. Stab/pierce tikam tusok + 151. Stand * berdiri itayo - 152. Star * bintang bituin + 153. Stick tongkat tungkod + 154. Stone * batu bato + 155. Straight lurus tuloy - 156. Suck/sip hisap higupin + 157. Sun * matahari araw - 158. Swell bengkak mamaga - 159. Swim * berenang lumangoy - 160. Tail * ekor buntot + 161. That * itu upang - 162. There situ doon - 163. They mereka sila - 164. Thick tebal malapot - 165. Thin nipis manipis + 166. Think fikir isipin - 167. This * ini ito/iri + 168. Thou (you) * kamu/engkau ikaw + 169. Three tiga tatlo - 170. Throw baling tapon - 171. Tie ikat/tali talian + 172. Tongue * lidah dila + 173. Tooth gigi ngipin - 174. Tree/trunk * pohon puno + 175. Turn belok lumiko - 176. Two * dua dalawa + 177. Vomit muntah isuka - 178. Walk * berjalan lumakad - 179. Warm * hangat initin - 180. Wash basuh labahan + 181. Water * air tubig - 182. We * kami kami + 183. Wet basah basa + 184. What * apa ano + 185. When bila kailan - 186. Where di mana saan. - 187. White * putih puti. + 188. Who * siapa sino - 189. Wide luas maluwang + 190. Wife isteri asawa - 191. Wind angin hangin + 192. Wing sayap/kepak pakpak + 193. Wipe lap punasan - 194. With dengan/bersama kasama + 195. Woman * perempuan babae - 196. Woods hutan/kayu kahoy + 197. Worm cacing/ulat bulati + 198. Ye (they) mereka sila - 199. Year * tahun taon + 200. Yellow * kuning dilaw pinjaman * Senarai 100 Swadesh

Jumat, 20 April 2012

SEJARAH SIDAYU

Kecamatan Sidayu hanyalah satu di antara 18 kecamatan di Kabupaten Gresik saat ini. Namun, kecamatan tersebut meninggalkan bukti-bukti sejarah kebesaran sebagai bekas sebuah Kadipaten.

Jejak sejarah Kabupaten Gresik tertapak jelas di bekas Kadipaten Sedayu yang kini menjadi Kecamatan Sidayu. Berbagai peninggalan masih membekas sebagai ikon sebuah kadipaten di zaman penjajahan Belanda. Ada pintu gerbang dan pendapa keraton. Ada pula masjid dan alun-alun, telaga dan sumur sebagai sumber air Sedayu. Bangunan tersebut termasuk sebuah situs yang kini seperti onggokan bangunan tidak bermakna.

Diperkirakan, situs itu berusia satu abad. Situs tersebut dibangun menjelang perpindahan Kadipaten Sedayu ke wilayah Kadipaten Jombang oleh penjajah Belanda pada sekitar 1910. Sejak berdiri pada 1675, Kadipaten Sedayu dipimpin oleh sedikitnya sepuluh adipati. Adipati yang paling dikenal adalah Kanjeng Sepuh Sedayu.

Meski hanya sebuah kecamatan, Sidayu memiliki alun-alun yang cukup luas dan bangunan-bangunan tua yang cukup megah. Itu merupakan pertanda bahwa Sedayu, atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Kecamatan Sidayu, dulu merupakan kota tua yang pernah jaya.

Sebelum akhirnya menjadi bagian yang terintegrasi dengan Kabupaten Gresik, Sedayu merupakan wilayah kadipaten tersendiri pada masa pemerintahan Mataram. Istimewanya, Kadipaten Sedayu saat itu mempunyai koneksitas kewilayahan secara langsung di bawah kekuasaan Raja Mataram Prabu Amangkurat I dengan adipati pertama bernama Raden Kromo Widjodjo.

Namun, sejarah Kadipaten Sedayu mencatat nama harum adipati ke-8, yaitu Kanjeng Sepuh Sedayu. Kanjeng Sepuh dianggap sebagai aulia dan pemimpin besar Kadipaten Sedayu yang layak mendapatkan penghormatan.

Kiprahnya yang kritis terhadap kekuasaan dan kooptasi Belanda atau kerajaan lain waktu itu dikenang cukup positif. Di mata warga Sedayu maupun keturunannya, hingga kini nama Kanjeng Sepuh tetap harum sebagai pemimpin yang berpihak kepada rakyat selama memerintah Sedayu pada 1816-1855.

Untuk memperingati kebesaran Kanjeng Sepuh Sedayu sebagai adipati maupun ulama, masyarakat setempat setiap tahun mengadakan haul dan istighotsah akbar di Masjid Kanjeng Sepuh Sedayu. Acara berlangsung meriah. Prosesi itu menjadi tradisi masyarakat untuk mengenang jasa adipati yang bergelar lengkap Kayi Panembahan Haryo Soeryo Diningrat, yang wafat pada 1856.

Catatan (alm) K. Ridwad Ahmad dari Djawatan Penerangan RI Kecamatan Sidayu tanggal 25 Februari 1957 menyebut, Kanjeng Sepuh Sedayu seorang ahli strategi. Banyak jasa Kanjeng Sepuh untuk menenteramkan rakyatnya sekaligus melindungi mereka dari berbagai teror selama masa penjajahan, (Gus Amrullah, tokoh muda Sedayu yang masih keturunan ke-5 Kanjeng Sepuh).

Keberanian Kanjeng Sepuh menantang kebijakan Belanda tentang pajak juga menjadi catatan. Adipati dengan berani mengusulkan memberi nama sebuah pasar di Surabaya dengan nama Kabean, yang berarti untuk semua, dalam sebuah rapat dengan pemerintah Belanda waktu itu. Maksudnya, beliau menolak diskriminasi dan kenaikan pajak yang dikehendaki Belanda. Sebab, waktu itu Belanda punya iktikad untuk membeda-bedakan pedagang dengan maksud menaikkan pajak. Pasar tersebut saat ini dikenal dengan nama Pasar Pabean.

Beliau juga dekat dengan rakyat. Diam-diam, di malam hari, beliau berkeliling ke seluruh wilayah kadipaten, yang meliputi Sedayu, Lamongan, Babat, hingga Jombang, untuk melihat keseharian dan problem masyarakatnya. Itu seperti yang dilakukan Amirul Mukminin Khalifah Umar bin Khattab. (Gus Amrullah dan H. A. Khoiruzzaman/Ketua Remaja Masjid Kanjeng Sepuh Sedayu).

Berbagai peninggalan sejarah Sedayu telah mendapatkan perhatian Dinas Purbakala Trowulan. Namun, yang terawat baru kompleks masjid dan makam. Sisa bangunan lain berupa situs. Status pertanahan sisa-sisa sejarah itu kini belum tersentuh. Salah satunya, reruntuhan asli bekas bangunan masjid di Desa Mriyunan, Sumur Dhahar di Desa Golokan, dan Telaga Rambit di Desa Purwodadi yang nampak tidak terawat.

Puing reruntuhan bangunan masjid tersebut kini terletak di dalam kompleks SMPN Negeri I dan III Sidayu. Kondisinya memprihatinkan. Sama sekali tidak ampak ada upaya pemeliharaan dari Pemkab Gresik. Sekadar identitas bangunan bersejarah pun tidak ada. Bahkan, sebagian bekas puing bisa ditemukan di kandang ayam.

Belum lagi kondisi Sumur Dhahar yang kini menjadi tempat pembuangan sampah. Tidak terdapat museum atau bau harum ketika kita berkunjung ke sana, namun bukitan sampah yang kotor dan berbau menyengat.

Tetapi terlepas dari semua itu, Sedayu yang kini menghadapi perkembangan modernitas masyarakat, ia bisa tetap eksis sebagai salah satu kecamatan yang cukup berkembang di wilayah Gresik utara. Bukanlah sesuatu yang istimewa, jika Sedayu saat ini bisa menjadi pusat peradaban masyarakat pesisir yang begitu berkembang, baik di wilayah Gresik (Sedayu dan sekitarnya; Bungah, Dukun, Ujung Pangkah, dan Panceng), maupun wilayah Lamongan (Paciran, Brondong, Solokuro, Babat). Karena Sedayu sudah pernah mengalami masa kejayaan di masa lalu.

Dengan bukti adanya ratusan Pondokan Cilik (pesantren anak-anak) yang tersebar di seantero Kota Sedayu, kota ini juga mampu mempertahankan sebutan kota santri yang telah melekat dan menjadi ikon Kabupaten Gresik. Karena secara kultural, kehidupan masyarakat Sedayu adalah kehidupan yang sangat islami, baik dalam bidang sosial-masyarakat, politik, hukum, dan ekonomi.
[sunting] Letak Geografis

Dengan luas wilayah 47,13 Km2. Terdiri dari tanah sawah 1,069,610 Ha, pekarangan/ halaman 171,020 Ha, tegal/ kebun 1,153,720 Ha, tambak 1,439,310 Ha, dan lainya 879,740 Ha. Ketinggian daerah kurang lebih sekitar 7 meter diatas permukaan air laut. Kecamatan Sidayu berbatasan langsung dengan Kecamatan Ujung Pangkah di sebelah utara. Kecamatan Bungah di sebelah selatan. Kecamatan Dukun dan Kecamatan Panceng di sebelah barat. Serta dengan Selat Madura di sebelah timur. Ibukota Kecamatan Sidayu ditetapkan di beberapa desa yang masuk kawasan ibu kota kecamatan, yaitu desa Kauman, Pengulu, Mriyunan, Asempapak, Raci Tengah, Bunderan, Purwodadi, Sedagaran, Sidomulyo, dan Randuboto.
[sunting] Perekonomian

Sidayu dikenal sebagai salah satu daerah kawasan Pondok Pesantren di Kabupaten Gresik. Beberapa pesantren di Sidayu antara lain Pondok Pesantren Mambaul Hisan, Pondok Pesantren Qiyaumul Manar, al-Furqon, dan al-Bayyinah. Juga terdapat pesantren-pesantren kecil, hampir di banyak rumah masyarakat Sidayu. Dengan demikian perekonomian masyarakat Sidayu banyak ditopang oleh sektor ekonomi perdagangan barang dan jasa.

Walet adalah satu hasil utama Sidayu. Sidayu juga merupakan penghasil perikanan yang cukup signifikan, baik perikanan laut maupun tambak. Selain itu perekonomian masyarakat Sidayu juga banyak ditopang dari sektor wiraswasta. Salah satunya yaitu Industri Garment (konveksi) dan Pembuatan Pupuk Dolomite di Desa Wadeng.
[sunting] Pendidikan

Sidayu sejak dulu dikenal sebagai pusat pendidikan, berbagai lembaga pendidikan ada di sidayu, dan yang unik adalah kebanyakan pelajarnya justru datang dari luar sidayu guna untuk menuntut ilmu di sidayu.
[sunting] Perguruan Tinggi

* STIT Raden Santri

[sunting] Lembaga Pendidikan

* Taman Pendidikan Nurul Huda (TPNH) Desa Wadeng Sidayu. Menyelenggarakan pendidikan TK, PAUD,TPQ, MI, MTs, dan MA.
* Perguruan Muhammadiyah. Menyelenggaran pendidikan TK, TPA, MI, SD, SDLB, SMP, SMPLB, MTs, MA, dan SMU.
* Taman Pendidikan Kanjeng Sepuh (TPKS). Menyelenggarakan pendidikan TK, TPA, MI, SD, MTs, MA, dan SMU.
* Yayasan Pendidikan Islamiyah (YPI). Menyelenggarakan pendidikan TK, TPA, dan MI.

* Sekolah Dasar Negeri (SD Negeri) hampir terdapat disetiap desa di Sidayu.
* Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP Negeri) terdiri dari SMPN 1 di Mriyunan, SMPN 2 di Wadeng, SMPN 3 di Mriyunan dan SMPN 4 di Lasem.
* Sekolah Menengah Atas Negeri I Sidayu (SMU Negeri 1 Sidayu) di Ngawen.
* Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMK Negeri 1 Sidayu) di Wadeng.
* Dan Lembaga Lembaga Swasta Lainnya.

[sunting] Pesantren

* Yayasan Pondok Pesantren Mambaul Hisan (PPMH). Menyelenggarakan pendidikan TK/TPA, MI, MTs, MA, dan Madrasah Diniyyah dengan sistem Boarding School.
* Yayasan Pondok Pesantren Qiyaumul Manar. Menyelanggarakan pendidikan Hifdzul Qur'an dan Madrasah Diniyyah di Sidomulyo.
* Yayasan Ma'had al-Bayyinah. Menyelanggarakan pendidikan Madrasah Diniyyah di Sedagaran.
* Yayasan Ma'had al-Furqon. Menyelanggarakan pendidikan MI dan Madrasah Diniyyah di Srowo.
* Yayasan Ma'had Muhammadiyah Al Hikmah di jl.KH Munawwar Pengulu Sidayu
* Pondok Pesantren Ta'lim & Tahfidh Al-Qur'an "AL-MUNAWWAR" Jl. K.H. Munawwar 12 Kauman, Sidayu, Gresik 61153

[sunting] Lembaga Kursus

* Kanjeng Sepuh Computer.
* Suryodiningrat Institute.
* Primagama
* Gama
* Icon

[sunting] Penduduk

Jumlah penduduk sidayu perTahun 2010 adalah 37.871 orang dengan perbandingan laki-laki 18.832 dan perempuan 19.039. Yang menjadikan penduduk Sidayu merupakan yang terkecil kedua di Kabupaten Gresik setelah Kecamatan Tambak di pulau Bawean. Sidayu masa lampau adalah sebuah kadipaten, sebagai salah satu tempat pusat penyebaran islam serta tempat perdagangan sekaligus pelabuhan yang merupakan tempat berkumpulnya suku bangsa yang ada di nusantara juga etnis dari warga penjajah belanda, warga penyebar islam arab, serta warga pedagang tionghoa, hal ini dapat dilihat dari bekas jejak pecinan serta makam cina yang ada di sidayu. Dan hal ini memungkinkan adanya percampuran ras antara berbagai macam etnis pada masa lampau di Sidayu.
[sunting] Suku Bangsa

Suku Jawa adalah suku bangsa mayoritas di Sidayu. Dalam akhir dekade ini banyak juga warga pendatang dari wilayah lain yang tinggal di Sidayu.

Sebagai pusat pendidikan di Gresik Utara, Sidayu juga menjadi tempat tinggal para santri dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia. Karena Sidayu memiliki beberapa ma'had yang menjadi rujukan
[sunting] Agama

Agama Islam adalah agama mayoritas penduduk Sidayu. Sidayu merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam awal di tanah Jawa.

Agama Islam dapat dikatakan sebagai agama tunggal di Sidayu, mengingat hampir seratus persen penduduknya memeluk Agama Islam. Dan kebanyakan dari mereka berafiliasi pada organisasi sosial-keagamaan mayoritas seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama serta minoritas seperti LDII dan lain lain.
[sunting] Bahasa

Sidayu memiliki dialek khas Gresik Utara yang hampir mirip dengan Bahasa Jawa Surabaya yang dikenal dengan Boso Suroboyoa meskipun sejatinya memiliki perbedaan. Dialek ini dituturkan di daerah Surabaya dan sekitarnya, termasuk Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto. Serta memiliki pengaruh di bagian timur Provinsi Jawa Timur. Dan juga mengenal ragam tingkatan bahasa seperti Bahasa Jawa standar pada umumnya, meskipun ada banyak juga yang pandai dalam menggunakan unggah ungguh bahasa.
[sunting] Kuliner

Makanan khas Sidayu adalah Sego Rawon, Sego Jagung Lodeh Ikan Asin, Sego Bebek,Tempe Penyet, Sego Bali Bandeng, Otak-otak Bandeng dan Kelo Bandeng. Selain itu ada pula cemilan khas sidayu yakni Bonggolan (sejenis Cireng di Jawa Barat), yang terbuat dari tepung dan ikan serta ada pula Gimbal atau disebut juga (dadar jagung) untuk daerah lain..
[sunting] Pariwisata

Sejumlah pariwisata andalan di Sidayu adalah:

* Wisata Religi Makam Kanjeng Sepuh di desa Kauman.
* Makam Ki Joko Bodo di makam islam ceret desa srowo,
* Wisata Bahari Bengawan Solo di desa Randuboto.
* Wisata Sejarah Telaga Rambit di desa Purwodadi.
* Situs Peninggalan Masjid Sidayu di desa Mriyunan.
* Sumur Dhahar di desa Golokan.
* Wisata Belanja di Pasar Pahing yang menjual beraneka ragam hasil laut dan tambak,
* Dua TPI nelayan SROWO, dua TPI nelayan TANJUNG SARI, Randuboto
* Alun-Alun yang luas terbagi empat area

Selasa, 18 Oktober 2011

KOSHER VS HALAL

Kata kosher dalam kamus Inggris-Indonesia (John M Echols dan Hassan Shadily, 1988) diterjemahkan sebagai “halal”, dengan contoh kosher meat sama dengan “daging halal”. Terjemahan ini sebenarnya tidak sesuai dengan arti sesungguhnya dari kosher. Dalam Webster World University Dictionary, disebutkan bahwa kosher atau kashrut/kasher sebagai ceremonially clean; conforming to Jewish dietary law. Kosher adalah istilah agama Yahudi yang menurut hukum Talmud kemudian menjadi hukum agama Yahudi.
Dalam kacamata Yahudi, makanan dan hewan yang boleh dimakan disebut kosher, kashrut, atau kasher. Sedangkan lawannya yang tidak boleh dimakan disebut trefa atau trayfah. Kedua istilah itu sepintas lalu memang mirip dengan halal dan haram bagi umat Islam.
Pada kenyataannya memang ada hal-hal yang sama antara kedua pengertian tersebut. Kosher tidak menghendaki adanya unsur babi dalam makanan dan minuman. Selain itu hewan (sapi, kambing, domba, dll) harus disembelih dengan menggunakan pisau tajam dan tidak boleh dimatikan dengan cara dipukul, dipelintir, atau diterkam binatang buas.
Karena kemiripan pengertian dua istilah itu, maka orang-orang Yahudi mempromosikan bahwa kosher food adalah makanan yang halal bagi Muslim. Karena sudah ada sertifikat kosher, maka tidak perlu lagi sertifikat halal untuk produk tersebut.
Pengertian ini kemudian dikampanyekan dan disebarluaskan ke seluruh dunia. Di Amerika Serikat, konsumen kosher food jauh melebihi jumlah konsumen pemeluk Yahudi Ortodok, yang menghendaki makanan kosher. Hal ini disebabkan karena kaum Muslim dan Kristen Advent juga ikut menjadi konsumen makanan kosher.
Dengan angka tersebut, kaum Yahudi mencoba memperkenalkan kosher food ke segenap penjuru dunia, dengan sasaran utama umat Islam. Dengan demikian posisi tawar sertifikasi kosher semakin meningkat di mata para produsen makanan.
Padahal, jumlah penduduk Yahudi dunia pada tahun 1967 hanya 12 juta jiwa, sementara Muslim pada waktu itu sudah mencapai 700 juta jiwa. Kini umat Islam dunia sudah mendekati angka 1,5 miliar orang.
Orang Yahudi menginginkan agar umat Islam memakan kosher foods, tetapi mereka sendiri tidak mau mengkonsumsi halal foods. Mereka juga berkeinginan mempopulerkan istilah kosher dalam perdagangan internasional.
Tidak serupa dan tidak sama
Meskipun ada kemiripan antara halal dan kosher, sebenarnya keduanya adalah berbeda. Ada barang haram yang masuk kategori kosher, sebaliknya ada juga makanan halal yang masuk dalam kategori treyfah.
Contoh makanan dan minuman yang masuk dalam kategori kosher tetapi tidak halal adalah minuman anggur (wine). Juga semua jenis gelatin (tanpa memandang terbuat dari tulang atau kulit hewan apa) dan semua jenis keju (tanpa melihat cara dan proses pembuatannya).
Daging kosher, meskipun berasal dari hewan halal, tetapi proses penyembelihannya tidak menyebutkan nama Allah (Jehovah Elohim) karena mereka berkeyakinan bahwa tidak pantas menyebut nama Tuhan yang Suci di tempat yang kotor (rumah potong).
Perbedaan tersebut menyebabkan implikasi yang sangat luas dalam konteks makanan halal. Produk-produk yang mengandung gelatin bisa saja dianggap sebagai makanan kosher. Demikian juga minuman yang mengandung alkohol seperti wine, yang oleh ajaran Islam jelas-jelas haram, di kalangan Yahudi masih diperbolehkan dengan jumlah tertentu.
Di sisi lain, ada juga makanan yang halal dan thayib menurut Islam, tetapi tidak kosher menurut Yahudi. Contohnya adalah kelinci, unggas liar, ikan yang tidak bersirip atau bersisik, kerang, dan tidak boleh makan daging bersama susu kecuali waktu makannya terpisah. Selain itu potongan-potongan daging tertentu, meskipun dari hewan yang halal, juga dianggap tidak kosher.
Dari penjelasan-penjelasan di atas, halal jelas tidaklah sama dengan kosher. Demikian juga haram tidak sama dengan treyfah. Keduanya memiliki dasar filosofis dan teknis pelaksanaan yang berbeda.